Showing posts with label Jepang. Show all posts
Showing posts with label Jepang. Show all posts

Liburan Hokkaido Day 6: Hari Terakhir di Sapporo


Terimakasih untuk teman-teman pembaca tesyaskinderen yang sudah mengikuti kisah liburan kami ke Hokkaido. Tiba saatnya, saya sharing mengenai hari terkahir kami di Sapporo sebelum kami kembali ke Indonesia. Tulisan ini menjadi penutup rangkaian travel diary kami selama berlibur di Hokkaido.

Pagi hari, kami naik kereta dari Asahikawa menuju Sapporo. Backpack kami titipkan di stasiun kereta, lalu kami langsung jalan-jalan setibanya di Sapporo. Hari itu kami awali dengan makan seafood segar di Nijo Market, pasar ikan di Sapporo. Lalu kami naik chairlift di Okurayama Ski Jump Stadium, waaah pengalaman tidak terlupakan naik ke atas puncak menggunakan chairlift. Belum lagi pemandangan yang kami bisa lihat dari atas menuju kota Sapporo :)

Tapi petualangan kami hari itu tidak berhenti di Okuraya Ski Jump Stadium. Kami juga pergi ke sebuah taman bernama Moerenuma Park. Taman yang saya temukan saat riset mengenai liburan ke Hokkaido ini berwarna hijau tertutup rumput pada musim panas, namun menjadi putih ditutupi salju saat musim dingin.


Enjoying our family time at Moerenuma Park

Baca Selanjutnya...

Liburan ke Hokkaido Day 5: Kunjungan ke Taman Bunga Shikisai-No-Oka dan Asahiyama Zoo


Hari itu merupakan hari yang ditunggu oleh kedua Kiddos untuk mengunjungi Asahiyama Zoo. Namun, karena terdapat perubahan rencana pada hari sebelumnya, mereka harus sabar menunggu, karena kunjungan ke zoo dipindahkan ke siang hari. Paginya kami akan mengunjungi kota cantik bernama Biei, saya ingin pergi ke kebun bunga Shikisai-No-Oka, sedangkan mr.husband ingin naik sepeda di Biei, kota kecil yang terkenal dengan hamparan bukit yang indah dipandang mata.

Pagi hari kami meninggalkan Smile Hotel, menitipkan barang disana lalu berjalan ke stasiun Asahikawa. Stasiun nampak sepi, hanya kami berempat yang menunggu di lintasan kereta. Aah, saya semakin jatuh cinta dengan JR Asahikawa Station ini. Interior-nya yang modern dan cantik, membuat stasiun ini berbeda dengan yang lain.

Waiting for the train, at JR Asahikawa Station
Baca Selanjutnya...

Liburan ke Hokkaido Day 4: Dari Furano ke Asahikawa


Beberapa hari ditemani mendung dan hujan di Jepang, kami akhirnya mencoba juga bagaimana rasanya terik matahari saat musim panas di Jepang. Hari itu suhu tiba-tiba meningkat drastis, membuat kamar yang nyaman dan dingin di Petit Hotel Melon rasanya sangat berat untuk ditinggalkan (:

Tapi kami harus naik kereta jam 12 siang dari Furano ke Asahikawa. Akhirnya jam 10.30 kami pun minta dipesankan taksi dari hotel ke Furano Station. Karena masih ada waktu, Kiddos#1 dan mr.husband kembali menyewa sepeda untuk keliling sekitar kota Furano. Sementara itu saya dan Kiddos#1 juga keliling dengan jalan kaki, hingga akhirnya kereta ke Asahikawa sudah siap berangkat.

Perjalanan dari Furano ke Asahikawa kurang lebih sekitar 75 menit, kami melewati desa di Pulau Hokkaido, dimana-mana terlihat hamparan hijau. Asahikawa saya masukan ke dalam itinerary karena kami ingin mengunjungi kebun binatang Asahiyama. Dari rencana satu malam menginap disana, akhirnya kami putuskan menginap dua malam, karena dibandingkan menginap di Furano, kota Asahikawa lebih banyak hiburan. Khususnya hiburan shopping karena begitu keluar JR Station, kami disambut Aeon hehehe..

Aeon di Asahikawa
Baca Selanjutnya...

Liburan ke Hokkaido Day 3: Melihat Lavender di Furano


Setelah transit masing-masing satu malam di Ho Chi Minh, Tokyo dan Sapporo, akhirnya hari yang saya nanti tiba. Kami akan berkunjung ke kota Furano untuk melihat bunga lavender. Liburan ke Hokkaido pada musim panas memang highlight-nya adalah untuk melihat bunga lavender. Walaupun pada awal bulan Juli, hamparan bunga belum terlalu mekar. Tapi mau bagaimana lagi, liburan panjangnya hanya bisa saat libur lebaran:D

Pagi hari, kami check out dari Grids Sapporo Hotel+Hostel. Saat request menitipkan koper, staff Grids mengatakan bahwa ada biaya yang harus kami bayar. Saya tidak keberatan, namun saya menanyakan mengenai pemesanan kami satu malam lagi di Grids saat kami kembali dari Asahikawa. Ternyata, karena kami akan kembali menginap, staff Grids tidak jadi mengenakan biaya tambahan untuk penitipan koper. Alhamdulillah :)

Cerita bagaimana pergi ke Furano tanpa mengikuti tour sudah saya tulis lengkap di tesyasblog. Luar biasa sih challenge-nya untuk pergi ke Furano di saat musim panas. Walaupun sudah tiba 30 menit sebelum jadwal Lavender Express Train di JR Sapporo Station. Tapi antrean sudah luar biasa panjang. Untung kami sudah membeli tiket, jadi kami mulai antre pada lajur non-reserved seat, sesuai jenis tiket yang kami miliki.

Antrean naik kereta dari Sapporo ke Furano
Baca Selanjutnya...

Liburan ke Hokkaido Day 2: Coffee Trip ke Blue Bottle Tokyo Hingga Makan Halal Ramen Houryu di Sapporo


Hari terakhir kami di Tokyo, sebelum melanjutkan perjalanan ke kota selanjutnya yaitu Sapporo. Pagi hari, mr.husband dan Kiddos#1 meminjam sepeda kepada pihak Hostel. Sepeda disediakan gratis, kami hanya perlu membayar JPY10,000 untuk deposito (JPY5,000 per sepeda).

Sayangnya pagi itu hujan, jadi mereka hanya naik sepeda satu jam, dan kembali ke hostel. Karena tidak punya waktu lama, kami pun packing dan bersiap untuk mencoba coffeeshop bernama Blue Bottle Coffee yang berada di Shinagawa Station.

Arriving at Shinagawa Station
Baca Selanjutnya...

Liburan ke Hokkaido Day 1: Transit Satu Malam di Tokyo Dan Mengunjungi Sensoji Temple di Asakusa


Tujuan liburan ke Jepang kali ini memang khusus ingin merasakan musim panas di Hokkaido. Tapi karena pesawatnya dari Jakarta ke Tokyo, maka wajiblah ke Tokyo dulu semalam untuk mengunjungi Asakusa, satu daerah yang terlewat kami kunjungi pada liburan ke Jepang Desember 2015 yang lalu.

Kami tiba di Narita sekitar jam 2 siang dan langsung menuju penginapan kami Hotel 3000 Jyuraku Asakusa menggunakan kereta Keisei Express. Setelah selesai check-in, barulah terasa laparnya karena  terakhir kali kami makan adalah di pesawat hehe...

Kami sholat dulu di hotel kemudian keluar dengan tujuan pertama makan halal ramen di Naritaya Asakusa. Ceritanya sudah di posting di link ini ya. 

Ternyata tidak salah kami menginap di daerah Asakusa karena kami mendapatkan suasana yang berbeda dari hiruk pikuk kota Tokyo. Sore menjelang malam itu Asakusa cukup lengang, kami bisa berjalan dengan santai menyusuri gang kecil di daerah Asakusa dan menghabiskan cukup banyak waktu untuk foto-foto di sekitar Sensoji Temple.

Welcome to Asakusa :)

Baca Selanjutnya...

Makanan Halal di Asakusa: Halal Ramen Naritaya dan Saray Kebab Dari Turki


Salah satu makanan halal di Jepang yang selalu kami cari adalah ramen. Makanan khas Jepang ini pada umumnya menggunakan kaldu yang tidak halal (pork broth), namun tidak demikian dengan Naritaya Halal Ramen.

Pertamakali berkenalan dengan Naritaya adalah saat kami di Kyoto, kami niat banget jalan kaki mencari ramen halal di Gion Naritaya, ceritanya bisa dibaca di sini. Kami lalu googling juga bahwa cabang Naritaya yang lain berada di Asakusa, Tokyo. Dan karena itu, kami menginap di Hotel 3000 Jyuraku, yang berjarak dekat dengan halal ramen Naritaya Asakusa.

Saat melakukan riset mengenai hotel yang kami pilih, kami juga menemukan Saray Kebab, yang merupakan kebab khas Turki, berada satu blok dengan hotel kami. Alhamdulillah, satu malam di Tokyo, kami bisa mendapatkan dua makanan yang halal certified.

Halal ramen yang mr.husband pesan di Naritaya Asakusa

Baca Selanjutnya...

Pengalaman Terbang Dengan Vietnam Airlines Dari Jakarta ke Tokyo


Sudah saya ceritakan sebelumnya bagaimana kami hunting tiket pesawat murah dari Jakarta ke Tokyo untuk musim libur lebaran. Sekarang kami ingin berbagi cerita mengenai pengalaman pertama terbang dengan Vietnam Airlines dari Jakarta ke Tokyo.

Saya masih ingat beberapa tahun lalu saat training dari kantor di Singapura, salah satu pesertanya adalah dari Vietnam. Karena jadwal pesawat kami untuk pulang ke negara masing-masing hampir sama, akhirnya kami berbagi taksi. Setibanya di Changi, kami berpisah di Terminal 3, saya naik Garuda Indonesia dan ia naik Vietnam Airlines. Dari pengalaman tersebut, saya pikir pasti Vietnam Airlines keren nih, namanya juga full airlines service.

Karena itu, saya tidak terlalu ragu saat memesan tiket Vietnam Airlines. Image bahwa Vietnam Airlines adalah full airline service cukup menenangkan hati; bagasinya sudah include, begitu juga dengan makanan. Hanya satu yang luput dari perhatian yaitu masalah inflight entertainment. Enggak pernah menyangka kalau TV-nya harus "nobar" hahaha..

We're leaving on a jet plane
Baca Selanjutnya...

Dari Narita Airport ke Asakusa Dengan Keisei Express


Ini kali pertama kami tiba di Bandara Narita, Tokyo. Sebelumnya kami menggunakan Air Asia dan tiba di Bandara Haneda. Kali ini terbang dari Jakarta ke Tokyo menggunakan Vietnam Airlines, kami tiba di Narita.

Karena belum pernah mengunjungi daerah Asakusa, saya memesan hostel satu malam di daerah ini. Memang niat banget ya, dari Narita khusus ke Asakusa, dan besoknya kembali ke Narita:p Ohya, kalau melihat peta kereta, Asakusa lumayan lebih dekat dari Narita, dibandingkan dengan area turis lainnya.

Naik apa dari Bandara Narita ke Tokyo? Kami menggunakan aplikasi Hyperdia untuk mencari rute kereta. Saat membuat itinerary, kami sudah riset harus naik apa dari Narita ke Asakusa. Tapi tetap saja bingung saat baru keluar dari arrival hall Narita Airport. Yah, maklum..namanya juga baru pertama kali:D

Arrival hall di Terminal 1 Narita International Airport
Baca Selanjutnya...

Merencanakan Liburan ke Hokkaido: Tiket Pesawat, Itinerary dan Akomodasi


Saya menulis posting ini untuk merangkum segala kepusingan merencanakan liburan ke Hokkaido, Jepang. Yaah, belum apa-apa udah curhat:D Pusing karena seperti biasa, so many things to do but so little time we have.

Udah lama saya ingin mengunjungi Furano. Untuk yang belum tau Furano, silahkan lihat link ini ya. Tujuan saya adalah melihat kebun bunga lavender yang mekar saat musim panas. Sebagai pecinta warna ungu, this place has been in my bucketlist for so long.

Namun untuk mengunjungi Furano ini, saya harus mengorbankan kota Sapporo. Padahal saya sudah search ada beberapa tempat wisata keluarga yang asyik di sana. Misalnya saja Moerenuma Park dan Sapporo Science Center. Kata mr.husband sih, "Ya nanti lain kali lagi ke Sapporo nya.." Eaaa banget!

Akhirnya liburan ke Hokkaido sudah mantap dengan tujuan utama adalah Furano dan sekitarnya, termasuk kota Biei dan Asihakawa. Kota Sapporo hanya akan menjadi kota transit, sebagai pintu masuk kami dari Tokyo. 

The beautiful flower field
Source: Farm Tomita
Baca Selanjutnya...

Sewa Apartemen via Airbnb di Kyoto


Saat memilih penginapan untuk liburan keluarga di Jepang (Tokyo dan Kyoto) pada musim liburan Natal dan Tahun Baru, kami memilih tinggal di apartemen dengan pertimbangan agar dilengkapi dapur dan mesin cuci. Karena bujet akomodasi per-malam untuk empat orang yang kami targetkan Rp 1,5 juta, tidak mudah memilih penginapan di Kyoto untuk keluarga kami.

"Bu, di Ibis Kyoto Station aja, saya dulu Rp 700 ribu semalam. Enak deh, deket banget ama stasiun!" begitu kata teman kantor saya. Penasaran, saya coba masukan tanggal menginap kami di situs booking[dot]com, dan harga Ibis Kyoto Station per-malam mencapai Rp 2 juta! Belum lagi kami harus pesan dua kamar. Sudah bisa ditebak, akhirnya saya pantengin daftar apartemen di situs Airbnb. Entah berapa jam saya habiskan untuk lihat-lihat apartemen di Kyoto, sampai akhirnya saya bertemu dengan Naomichi. Lihat profilnya disini ya.

Naomichi memiliki beberapa apartemen, kami memilih yang dekat dengan stasiun Shichijo, walaupun harganya melebihi bujet penginapan kami. Tarif apartemen per-malam Rp 1.750.000 untuk empat orang. Sewaktu saya menulis posting ini, apartemen yang kami sewa tidak ada di listing airbnb Naomichi. Namun masih ada 5 apartemen lainnya yang ia sewakan.

Yuk intip, seperti apa sih apartemen yang saya sewa di Kyoto melalui Airbnb itu?

Kiddos dan light saber, di depan apartemen kami
Baca Selanjutnya...

Berkunjung ke Odaiba Tokyo: Museum Miraikan Hingga Toys R Us


Odaiba adalah sebuah area kecil just a bit off Tokyo. Kalau bahasa gampangnya sih mungkin "Tokyo coret" (maklum, tempat tinggal kami di "Jakarta coret" hahaha). Kebanyakan turis asal Indonesia berkunjung ke Odaiba untuk foto dengan patung Gundam. Keren sih memang patungnya, tapi kan kami bukan fans of Gundam.

Saya maju mundur memutuskan apakah perlu mengunjungi Odaiba, hingga akhirnya menemukan website Miraikan, The National Museum of Emerging Science and Innovation. Dari namanya aja udah keren banget kan? Begitu melihat websitenya, langsung saya yakin Odaiba memang harus dikunjungi, with or without Gundam.

Baca kunjungan kami ke Miraikan di tesyasblog: Visiting Miraikan

Kami menghabiskan setengah hari di Odaiba. Selain mencoba berbagai alat peraga interaktif di Miraikan, kami juga menikmati sunset yang indah dari lantai paling atas gedung Miraikan. Tidak hanya itu, cita-cita saya untuk foto di Rainbow Bridge pada waktu malam pun tercapai. Mungkin setelah melihat-lihat foto pada postingan ini, pembaca tesyaskinderen setuju bahwa Odaiba memang tidak boleh dilewatkan.

Kedua Kiddos di kereta dari Tokyo ke Odaiba, dengan pemandangan Rainbow Bridge
Baca Selanjutnya...

Jalan Kaki Dari Harajuku Hingga Shibuya, Tokyo


It was the last day of 2015, hari terakhir liburan kami di Jepang (please jangan ada yang tanya kenapa postingannya baru di upload sekarang?:D). Pagi hari, kami sudah bergulat dengan betapa ramainya Tsukiji Market, tapi enggak complaint sih, soalnya kami makan pagi enak banget di Tsukiji! Makan pagi terlezat dan termahal untuk saya dan mr.husband di tahun 2015. Glek.

Siang hari menjelang sore, kembali kami harus mengarungi lautan manusia di Takeshita Dori (Takeshita Street) di Harajuku dan Shibuya. Tempat kedua, kami memang sengaja bergabung dengan ratusan orang yang ingin menyeberangi the famous Shibuya Crossing.

Dari apartemen tante Tari di Yoyogi, kami berjalan melalui Meiji Shrine atau dalam bahasa Jepang: Meiji Jingu. Posting tentan Meiji Jingu menyusul ya. Setelah drama kedua Kiddos yang mengeluh "jalannya jauh amat sih" akhirnya kami tiba di Harajuku. 

Untuk yang ingin ke Harajuku menggunakan transport, gampang banget. Naiklah kereta Yamanote Line, dan turun di Harajuku Station. Begitu keluar Harajuku Station, akan langsung tiba di seberang Takeshita Dori.

Di sebelah kiri ada Harajuku Station, di gambar ini kami sedang berjalan menuju Takeshita Dori
Baca Selanjutnya...

Hunting Mainan di Akihabara, Tokyo


Biasanya kami selalu mencari Toys R Us jika ingin membeli mainan untuk kedua Kiddos. Namun, ketika liburan ke Jepang, selain mengunjungi Toys R Us di Odaiba, kami niat banget hunting mainan di Akihabara.

Akihabara atau yang biasa disingkat "Akiba" terkenal sebagai pusat anime di Tokyo. Para pecinta anime dan komik manga, wajib mengunjungi Akihabara. Kami bukan pecinta keduanya, tapi dari yang kami baca, katanya mainan di Akihabara juga tidak kalah lengkapnya.

How to get there: Naik JR Yamanote Line dan turun di stasiun Akihabara. Keluar dari stasiun, hal pertama yang terlihat adalah Gundam Cafe yang bersebelahan dengan AKB48 Cafe and Shop.

Foto dulu dengan antrean di depan Gundam Cafe:p

Baca Selanjutnya...

MyStays Haneda Review: Pilihan Hotel Dekat Bandara Haneda


Anda bingung mencari hotel dekat bandara Haneda, Tokyo? You are not alone! Saat saya mencari hotel dekat bandara Haneda, bujet saya maksimal JPY12.000 per-malam, dan saya harus mencari hotel untuk 2 dewasa dan 2 anak. Setelah berjam-jam (lebay ya!) menelusuri pilihan hotel di booking.com, saya memilih MyStays Haneda, yang terlihat sangat modern dan keren, juga memiliki free shuttle dari dan menuju bandara. Bukankah hal gratisan itu menyenangkan?

Kamar hotel paling murah untuk 2 dewasa dan 1 anak pada periode liburan akhir tahun ditawarkan dengan harga JPY11.400, karena kami tidak yakin bisa menginap satu keluarga di sana, mr.husband menginap di bandara. Kan katanya, Jepang ketat banget soal "children policy" ini. Jadi kami tidak mau gambling, dan memilih mematuhi aturan hotel.

Lobby hotel yang modern namun mungil

Baca Selanjutnya...

Mengunjungi Nara Deer Park dan Todaiji Temple


Sebelumnya, saya enggak pernah dengar kota kecil bernama Nara, sampai suatu hari mr.husband mengajak saya, "Nanti dari Kyoto kita ke Nara ya!" Saya pun bertanya, "Emang ada apa di Nara?" Bukannya dijawab, sejurus kemudian masuklah link mengenai Nara via whatsapp dari mr.huband:D

"Kak Tes, kemarin aku ke Nara kesorean, naik bus dari Kyoto kayanya jauh enggak nyampe-nyampe!" Meidiana @geretkoper, turut andil meracuni saya untuk juga mengenal Nara. Menurut Mei, our Kiddos pastinya akan menyukai Nara.

Tapi kan kami hanya punya 3 hari 2 malam di Kyoto? Jadi harus dibagi-bagilah itu 3 hari, termasuk mengunjungi Kurama Onsen dan Nara yang ditempuh sekitar 1 jam dari Kyoto dengan kereta. Beberapa kuil hits di Kyoto pun dicoret dari itinerary. Bagaimanapun, kuil yang ada rusanya pasti memberikan sensasi tersendiri untuk our Kiddos.  

Setelah mengunjungi Nara, saya menobatkan kuil ini sebagai kuil yang WAJIB dikunjungi, terutama jika berlibur ke Jepang bersama anak.


Berfoto bersama rusa di depan gerbang kayu memasuki area Todaiji Temple

Baca Selanjutnya...

Wisata Gratis di Kyoto: Menikmati Kamogawa (Kamo River)


Setelah setengah hari mengunjungi Kiyomizu-dera yang sangat ramai, kami ingin mengunjungi tempat yang sepi dan nyaman. Jalan-jalan dengan kedua Kiddos ini memang santai banget, dalam satu hari cukup satu aja kuil yang kami kunjungi. Lalu saya mengajak mereka ke salah satu tempat yang indah di Kyoto bernama Kamogawa, "Kita main di sungai yuk!" Tentu saja ajakan saya disambut baik oleh kedua Kiddos.

Saya merekam pemandangan sebuah sungai yang dipenuhi keluarga yang tengah asyik bermain menyeberangi sungai, ketika naik bus dari Kyoto Station ke Demachiyanagi Station. Saya hanya ingat, lokasi sungai dekat dengan Demachiyanagi Station.

Kami lalu googling nama tempat tersebut yang ternyata Kamogawa (Kamo River). Melihat indahnya tempat ini di internet, mr.husband langsung setuju. "Emangnya enggak liat dari bus waktu itu?" tanya saya penuh selidik kepada mr.husband. Ia menjawab, "Enggak tuh!"

Saya jadi ingat joke "What Man See vs What Woman See". memang beda fokus kali ya: Mr.husband sibuk melihat google map selama di bus, sementara saya sibuk liat-liat pemandangan:D


The beauty of Kamogawa, a must visit place in Kyoto

Baca Selanjutnya...

Naik Bus dari Kyoto Station Ke Tempat Wisata di Kyoto


Sebetulnya, saya lebih menyukai jalan-jalan dengan bus daripada kereta. Rasanya santai dan pemandangan yang dilihat lebih banyak. Dari segi harga pun, bus biasanya lebih murah.

Sewaktu saya bertanya ke petugas di Kyoto Tourist Information Center dan diarahkan untuk naik bus, saya excited sekaligus cemas, gimana ya cara naik bus di Kyoto itu?

Tapi ternyata naik bus di Jepang itu - atau dalam posting ini khusus di Kyoto - gampang kok. Enggak punya uang pas? Ada mesin penukar uang di dalam bus. Enggak bisa bahasa Jepang? Tenang... informasi bus stop selain dalam huruf kanji, ada dalam huruf latin kok. Nomor bus dan tujuan bus juga ditulis dalam huruf latin, jadi enggak perlu khawatir naik bus di Kyoto.

Bus nomor 17 yang membawa kami dari Kyoto Station ke Demachiyanagi Station

Baca Selanjutnya...

Main Salju di Jepang: Echigo Yuzawa atau Gala Yuzawa?


Akhirnyaaa... kami sekeluarga memiliki kesempatan untuk main salju di Jepang! Udah lama banget our Kiddos minta main salju, makanya saya sangat niat mencari tempat main salju terbaik (dan termurah) di Jepang. Tetep loh harus murah :)


Riset yang saya lakukan di internet membuat saya ingin mengunjungi Snow Kids Paradise di Iwappara. Atau at least saya pikir taman bermain salju yang saya incar itu ada di Iwappara, karena saya menemukan linknya di website Iwappara yang berbahasa Jepang.

Namun ternyata saya nyasar di satu kota yang ditempuh sekitar 90 menit dari Tokyo dengan Shinkansen, dimana susah sekali menemukan orang yang bisa berbahasa Inggris!

Baca cerita lengkapnya yuk! Warning: ceritanya lumayan panjang, karena inilah kali pertama kami tersesat di Jepang!:D


It was our first time ever visiting a ski resort


Baca Selanjutnya...

Naik Shinkansen di Jepang: Apa Yang Perlu Diketahui


Setelah membeli JR Pass yang katanya akan menghemat banyak biaya tiket Shinkansen (kereta api cepat di Jepang) itu, saya masih bingung.. 

Enggak kebayang musti reservasi tiket Shinkansen dimana, apakah stasiun Shinkansen sama dengan stasiun kereta biasa, bahkan hal yang paling dasar: apa bedanya gerbong bagi mereka yang memiliki JR Pass kategori "ordinary" dan "green".

Tapi disitulah serunya menjadi independent traveler, mencoba hal baru dan memecahkan teka-teki, bahkan ketika di layar monitor, yang terlihat hanyalah huruf kanji! Saya pun menatap layar dengan pandangan kosong:D


What I saw on the tv monitor, when I queued at the JR Ticket Office



Tenang... jangan jiper dulu! Saya akan berbagi bagaimana cara naik Shinkansen for the first timer, dan hal-hal apa saja yang perlu diketahui. Dengan modal bertanya, teka-teki tulisan kanji di atas bisa dipecahkan kok!

Baca Selanjutnya...