Makanan Halal di Asakusa: Halal Ramen Naritaya dan Saray Kebab Dari Turki


Salah satu makanan halal di Jepang yang selalu kami cari adalah ramen. Makanan khas Jepang ini pada umumnya menggunakan kaldu yang tidak halal (pork broth), namun tidak demikian dengan Naritaya Halal Ramen.

Pertamakali berkenalan dengan Naritaya adalah saat kami di Kyoto, kami niat banget jalan kaki mencari ramen halal di Gion Naritaya, ceritanya bisa dibaca di sini. Kami lalu googling juga bahwa cabang Naritaya yang lain berada di Asakusa, Tokyo. Dan karena itu, kami menginap di Hotel 3000 Jyuraku, yang berjarak dekat dengan halal ramen Naritaya Asakusa.

Saat melakukan riset mengenai hotel yang kami pilih, kami juga menemukan Saray Kebab, yang merupakan kebab khas Turki, berada satu blok dengan hotel kami. Alhamdulillah, satu malam di Tokyo, kami bisa mendapatkan dua makanan yang halal certified.

Halal ramen yang mr.husband pesan di Naritaya Asakusa



Makan Malam di Naritaya Asakusa

Stasiun terdekat untuk menuju Naritaya Asakusa adalah Tsukuba, pada line Tsukuba Express. Dari pintu keluar stasiun yang terletak di depan Don Quito Asakusa, teman-teman tinggal jalan kaki 5 menit mencapai Naritaya Asakusa yang berada di dalam sebuah shopping arcade.

Jika sudah menemukan ini, masuklah ke dalam
Sore hari semua toko sudah tutup, tapi Naritaya masih menerima tamu



Kami masuk ke dalam, dan staff Naritaya meminta kami menunggu dulu di luar karena tempatnya masih penuh. Begitu kami keluar, ada seorang Ibu yang masuk dan entahlah bicara apa. Yang pasti staff Naritaya menjawab, "Yes I know you come first." Oh mungkin Ibu tadi ingin memastikan bahwa kami tidak menyerobot antrean:p

Sekitar 10 menit menunggu di luar, kami pun dipersilahkan masuk ke lantai 2. Katanya akan ada rombongan datang, namun karena belum juga datang, kami diperbolehkan naik ke lantai 2. Ohya kami juga kedatangan Om Andi, sepupu mr.husband yang sekarang sudah tinggal di Jepang.

Sore menjelang malam itu, kami menikmati ramen dan ayam goreng, sedangkan minuman tersedia air putih di meja, gratis.

Kedua Kiddos bersama Om Andi, ini penampakan Naritaya Asakusa di lantai 2
Ramen dapat disantap dengan sendok yang ujungnya garpu ini, aneh tapi lucu :)



Kami berlima memesan ramen dan satu porsi ayam goreng isi 5, tagihan yang kami bayar adalah JPY5,000 atau sekitar Rp 600 ribu. Mahal ya, tapi puas bisa merasakan halal ramen lagi di Jepang.

Mengenai rasa, lebih enak yang di Kyoto sih.. atau karena waktu itu kami menikmati musim dingin di Kyoto, sehingga kuah panas terasa lebih lezat. Hehehe..

Tapi kalau teman-teman ke Tokyo, halal ramen ini wajib dicoba. Sayang tempatnya kecil banget, jadi siap-siap antre untuk menikmati halal ramen di Naritaya Asakusa ya.

Bersama Om Andi di depan Naritaya Asakusa




Makan Siang di Saray Kebab Asakusa

Esok harinya, kami mencoba makanan halal ala Turki di Asakusa untuk makan siang. Kami take away kebab yang kami pesan, lalu makan di Hotel 3000 Jyuraku.

Gerai kebab ini kecil di pojok jalan, tapi sangat mencolok dengan tulisan berwarna merah. Aah iya, mencolok juga dengan double F pada tulisan "CAFFE" hehehe..

Sebetulnya bisa juga dine in, ada tempat mungil di dalam
Om yang berasal dari Turki ini ganteng ya:D
Khas penjual kebab, dengan daging sapi dan ayam di kiri dan kanan



Mr.husband memesan kebab, sementara saya mencoba nasi dengan daging. Harga per porsi JPY500-JPY600, tapi porsinya banyak banget deh!

Kebab Turki di Jepang
Nasi, daging dan salad



Untuk mencapai Saray Kebab ini, stasiun terdekat adalah juga Tsukuba pada line Tsukuba Express. Dari pintu keluar station, tinggal jalan kaki 5 menit untuk menikmati halal kebab ala Saray Kebab Asakusa.

Menurut Om ganteng yang melayani kami, ia sudah 15 tahun berada di Jepang, waah betah ya berarti di Jepang :)


***


Dua makanan halal di Asakusa ini adalah sedikit dari makanan halal yang ada di Tokyo. Kalau di itinerary teman-teman ada jadwal kunjungan ke Asakusa, coba deh sekalian mencari Naritaya Asakusa ataupun Saray Kebab. Nanti inform saya ya, rasanya cocok enggak dengan lidah teman-teman?

Dan untuk teman-teman yang punya referensi makanan halal lainnya di Jepang, yuk share informasinya, siapa tau bisa berguna untuk pembaca lain yang mampir ke tulisan ini. Thanks in advance!



written on July 11, 2017
Follow our Twitter & IG: @tesyasblog
Like our FB Fanpage: Tesyasblog
See our video on youtube: Tesya Sophianti



Where to Stay in Asakusa:
Review of Hotel 3000 Jyuraku




Previous Post:

10 comments:

  1. kalau naritaya cocok2 aja di lidah buat saya. kalau yang kebab saya baru tahu,atau mungkin waktu ke Jepang fokus nyari ramen,jadi gak tau ada kebab halal.

    ijin share tulisan saya mengenai 5 ramen halal di Jepang yg wajib dicoba ya mba. bisa cek ke link ini

    https://wianwee.blogspot.co.id/2016/07/babymoon-mini-story-top-5-ramen-halal.html

    thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you untuk sharingnya Mas :)

      Delete
  2. Baca postingan mbak, aku langsung kangen banget sama Jepang. One day bakal nyobain ramen di sini deh karena pas ke Jepang belum sempet explore hehe

    ernykurnia.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, semoga bisa segera kembali ke Jepang ya Mba:)

      Delete
  3. jadi referensiku nih mba kalo ke Jepang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Fika udah mampir:)
      Iya cobain ya kalau ke Asakusa..

      Delete
  4. Teeeh cika juga nyobain ramen kering dan si ayam nya kok kaya enak bgt pas makan mah hahahaha curiga karna lapar da jalannya jauh tea cika mah lewat sensoji dalem 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya Cika, itu mah kayanya karena faktor lelah, jadi berasa enak ya :)

      Delete
  5. mba tesya... kalo dari shibuya mau ke narita buat pulang ke Jakarta kita bisa mampir dulu di asakusa ngga ya? naiknya apa yang bisa di cover JR Pass?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak, sayangnya JR Pass ke Asakusa enggak bisa pake JR Pass, jadi Mba musti beli tiket subway.

      Delete