Merencanakan Liburan ke Hokkaido: Tiket Pesawat, Itinerary dan Akomodasi


Saya menulis posting ini untuk merangkum segala kepusingan merencanakan liburan ke Hokkaido, Jepang. Yaah, belum apa-apa udah curhat:D Pusing karena seperti biasa, so many things to do but so little time we have.

Udah lama saya ingin mengunjungi Furano. Untuk yang belum tau Furano, silahkan lihat link ini ya. Tujuan saya adalah melihat kebun bunga lavender yang mekar saat musim panas. Sebagai pecinta warna ungu, this place has been in my bucketlist for so long.

Namun untuk mengunjungi Furano ini, saya harus mengorbankan kota Sapporo. Padahal saya sudah search ada beberapa tempat wisata keluarga yang asyik di sana. Misalnya saja Moerenuma Park dan Sapporo Science Center. Kata mr.husband sih, "Ya nanti lain kali lagi ke Sapporo nya.." Eaaa banget!

Akhirnya liburan ke Hokkaido sudah mantap dengan tujuan utama adalah Furano dan sekitarnya, termasuk kota Biei dan Asihakawa. Kota Sapporo hanya akan menjadi kota transit, sebagai pintu masuk kami dari Tokyo. 

The beautiful flower field
Source: Farm Tomita


Hunting Tiket Pesawat ke Jepang Untuk Libur Lebaran

Tentu saja ini adalah yang menjadi "opening point" dari dimulainya rencana liburan ke Jepang pada libur lebaran 2017. Sewaktu melihat aplikasi Panorama, saya mendapatkan tiket PP Jakarta-Narita Rp 5 juta menggunakan Malaysia Airlines. Saat itu saya pikir untuk harga tiket periode lebaran, oke banget nih! 

Namun karena banyak pertimbangan dan diskusi dengan bapak menteri keuangan keluarga (baca: mr.husband), harganya sudah terlanjur naik. Ya udah kan ya, saya pikir memang belum rejeki.

Kemudian saya beralih ke Traveloka, dan mendapatkan harga yang lebih murah! Promo yang ditawarkan adalah dari Vietnam Airlines, dengan harga Rp 19,5 juta untuk 2 dewasa dan 2 anak. 

Dengan harapan bisa mampir ke kota Ho Chi Minh (dan menambah cap di paspor:D), kami tidak keberatan mencoba Vietnam Airlines. Kebetulan teman kantor saya, Amel, pernah ke Jepang menggunakan Vietnam Airlines, dan menurut Amel tidak ada masalah.

Sebelum mengeksekusi tiket, tidak lupa saya membandingkan harga di Traveloka dengan website Vietnam Airlines. Dan harganya jauh lebih murah di Traveloka. Eeeh, ini bukan posting berbayar ya! Hehehe..

Wait, coba saya cek ya harganya sekarang, saat posting ini saya tulis. Wooow sudah menjadi Rp 11,8 juta/orang ternyata... Kalau harganya 11 juta udah pasti saya enggak akan beli!


Source: Traveloka


Rata-rata harga tiket promo dari Jakarta ke Jepang dengan full airline service saat ini Rp 5 juta, di luar peak season. Jadi sewaktu mendapatkan harga promo tiket ke Jepang untuk libur lebaran, saya memang cukup kaget. Hmm, kaget yang menyenangkan, tentunya!:) Apalagi Vietnam Airlines merupakan full airline service, dimana harga tiket sudah termasuk makan dan bagasi. 

Karena baru kali ini saya membeli tiket pesawat di Traveloka, saya pun mengirimkan email ke kantor Vietnam Airlines di Jakarta, untuk memastikan pemesanan kami sudah tercatat di sistem mereka. Alhamdulillah, tiket kami sudah confirmed.

Saat tiket pesawat sudah dieksekusi, mari kita lanjut ke "kepusingan" berikutnya yaitu mencari moda transportasi paling efisien dan paling murah dari Tokyo ke Sapporo.


Transportasi Dari Tokyo ke Sapporo: Naik Kereta atau Pesawat?

Salah satu referensi website yang saya baca saat merencanakan liburan ke Hokkaido ini adalah Tokyo Cheapo. Saya sempat bimbang dan ragu untuk memilih membeli JR Pass atau naik budget airline dari Tokyo ke Sapporo. 

Dari tulisan Tokyo Cheapo saya yakin betul kalau traveller macam saya harus memilih pesawat. Kereta api membutuhkan waktu sekitar 9 jam. I repeat, 9 jam!! Bisa tewas saya 9 jam di kereta, walaupun keuntungannya bisa mampir di kota cantik Hakodate. Sementara itu, pesawat dari Tokyo ke Sapporo hanya 1,5 jam. Itu hanya dari segi waktu ya, belum lagi biaya. 

JR Pass untuk 2 dewasa dan 2 anak adalah JPY87.320 atau equivalent dengan Rp 10,4 juta (dengan asumsi kurs 1 JPY = Rp 120). Saya dan mr.husband lalu mencari tiket melalui situs Jetstar.

Sebetulnya ada beberapa pilihan budget airline: Jetstar, Vanilla, Peach, Skymark dan Airdo. Silahkan googling ya untuk alamat website-nya. Dengan pertimbangan Jetstar sudah sering kami gunakan, kami memilih Jetstar. Tiket Tokyo-Sapporo PP untuk 2 dewasa dan 2 anak adalah JPY39.800 (atau Rp 4,7 juta), hanya sekitar 45% dari harga JR Pass.

Teman saya @justayu memberikan informasi bahwa pada akhir tahun, tiket pesawat PP dari Tokyo ke Sapporo mencapai RP 5 juta seorang! Gila juga ya.



Apakah Naik Pesawat Betul-betul Lebih Murah dan Efisien?

Sebelum teman-teman memutuskan naik pesawat atau kereta, perlu dipikirkan bagaimana itinerary di Hokkaido? Apakah akan menggunakan kereta JR jarak jauh? Jika iya, lebih baik memilih JR Pass. Perlu dicatat bahwa transportasi di Pulau Hokkaido itu mahal.

Itinerary kami sangat selow, ingin menikmati suasana pedesaan di sekitar Furano. Kami sudah memesan online (tapi belum bayar) Hokkaido Bus Pass 5 hari, seharga JPY8.000 untuk dewasa dan  JPY4.000 untuk anak. Tapi belum yakin sih akhirnya kami akan menggunakan Hokkaido Bus Pass atau Furano Biei Rail Ticket pass yang berlaku 4 hari.


Source: JR Hokkaido



Furano Biei Ticket ini memberikan akses dari Sapporo pulang pergi ke salah satu kota yang dituju (Furano, Nakafurano, Biei atau Asahikawa). Dan selama 4 hari kita bebas menggunakan kereta di daerah tersebut. Harga tahun 2016 adalah JPY6.500 dan setengah harga untuk anak. Harga tahun 2017 hingga tulisan ini dibuat, belum release.

Supaya terbayang, saya screenshoot map-nya ya. Kira-kira begini rute kereta yang akan kami lewati sesuai dengan itinerary yang telah kami buat.


Source: Bluemoonpear


Kota Apa Saja Yang Wajib Dikunjungi di Hokkaido?

Banyak sekali tempat wisata di Pulau Hokkaido, tapi beberapa tempat terkenal adalah Sapporo, Otaru, Hakodate, Asahikawa, Furano dan Biei.

Sapporo bisa dijadikan base, dan teman-teman bisa saja PP dari Sapporo ke kota-kota tersebut. Tapi kami memilih pindah hotel setiap malam. Harus niat repot kali ini, karena banyak sekali kota yang ingin kami jelajah.

Otaru terkenal dengan kanalnya, Hakodata terkenal dengan pemandangan cantik dari atas bukit. Asahikawa tentu saja terkenal dengan kebun binatang yang mengadakan Penguin Parade saat musim dingin. Furano adalah bagi pecinta warna ungu seperti saya. Dan Biei, aduh itu seperti New Zealand rasa Jepang.

Yang sangat disayangkan adalah SIM Internasional Indonesia tidak berlaku di Jepang *nangis di pojokan. Tapi kami tetap akan roadtrip menggunakan sepeda. Sama-sama pake roda kan? Hahahaha maksa banget!


Itinerary Liburan Musim Panas di Hokkaido

Ini adalah draft itinerary yang sudah kami rancang: 

Day 1: Perjalan dari Jakarta ke Ho Chi Minh. Transit satu malam di Ibis Saigon Airport.
Day 2: Tiba di Tokyo, menginap di daerah Asakusa.
Day 3: Makan pagi di Tsukiji Market, coffe trip ke beberapa cafe yang sudah diincar mr.husband, dan sorenya pesawat ke Sapporo.
Day 4: Sapporo to Furano (by bus or train). Ke Tomita Farm dan Nakafurano.
Day 5: Jalan-jalan di Biei, menginap di Asahikawa. Tujuan wisata di Biei diantaranya Blue Pond, Patchwork Road dan taman bunga Shikisai No Oka.
Day 6: Ke Asahiyama Zoo, tiketnya gratis loh untuk anak. Lalu naik kereta ke Furano.
Day 7: Kembali ke Furano dari Asahikawa, lalu sorenya ke Sapporo.
Day 8: Kembali dari Sapporo ke Tokyo dengan Jetstar, kemudian ke Jakarta via Ho Chi Minh. 


Akomodasi Untuk Keluarga Di Tokyo, Sapporo, Furano & Asahikawa

Budget untuk akomodasi yang kami tetapkan adalah maksimal Rp 1,5 juta semalam. Dan karena kedua Kiddos sudah mulai besar, kami akan mencoba berbagai hostel selama di Jepang. Selain untuk pengalaman baru, juga karena memang harganya murah donk:p


Tokyo

Kami memilih menginap di Asakusa karena sebelumnya tidak pernah mengunjungi daerah tersebut. Selain itu, akses dari airport Narita pun lumayan dekat dibandingkan daerah lain.

Hotel yang kami pilih adalah Hotel 3000 Jyuraku. Harga Quadruple Room with private bathroom Rp 1,3 juta nett per malam, saya pesan melalui situs booking[dot]com.


Source: Website Jyuraku 3000 Hotel


Review Hotel 3000 Jyuraku sudah kami tulis di tesyasblog, silahkan klik link ini.


Sapporo

Baru kali ini saya memesan hostel yang belum buka hahaha.. Tapi saya langsung jatuh cinta dengan penampakannya. Namanya The Grids Sapporo, hostel ini satu group dengan The Stay Sapporo.  

Kamar yang kami pesan family room with shared bathroom, harga per malam Rp 1,1 juta nett untuk 4 orang. Kami memesan dua malam.

Sempat bingung karena pada situs booking[dot]com tertulis bahwa "children cannot be accomodated in this hotel". Tapi saya ragu, kenapa tertulis family room? Akhirnya saya mengirimkan email ke The Grids, dan dijawab bahwa anak-anak diperbolehkan untuk menginap. Ribet ya mempersiapkan liburan itu? Hehehe. 

Untungnya internet mempersatukan kita ya, jadi merencanakan liburan kemanapun walau terpisahkan jarak dan waktu, tidak ada masalah :)

Review The Grids Sapporo sudah kami tulis di sini ya.


Furano

Kami memesan satu malam di Furano dengan menggunakan travel credit airbnb, sehingga total dengan pajak, saya membayar Rp 550 ribu untuk 4 orang. Nama hotel yang kami pesan "Petit Hotel Melon Furano". Selain melalui airbnb, bisa juga dipesan melalui booking[dot]com.

Setelah menginap semana di hotel mungil ini, kami rasanya ingin kembali lagi saat musim salju. Baca review kami di tesyasblog.


Source: www.booking.com


Asahikawa

Kami memesan satu malam di Smile Hotel Asahikawa, dua kamar double room total Rp 1,2 juta nett untuk dua kamar. Kondisi hotelnya memang sudah lama, tapi di website terlihat bersih.

Anyway... cuman menginap satu malam juga kan.



It's Still Two Months To Go

Yup, sambil menunggu informasi mengenai tiket kereta Biei Furano yang baru akan keluar pada akhir bulan Mei 2017, kami masih juga baca-baca mengenai Sapporo, Furano dan Biei.

Mr.husband pun semakin excited akan melakukan cycling trip di Biei."Kamu enggak apa-apa kan bertiga aja ama anak-anak?" Yang tentunya saya jawab tidak apa-apa, daripada kemudian saya diajak naik sepeda puluhan kilometer:D

Ia melanjutkan, "Duh, aku belum pesan sepedanya". Saya jawab dengan tatapan penuh arti, masa saya juga yang harus pesan sepedanya? Hahahaha..

Semoga tulisan ini bisa menjadi referensi teman-teman yang ingin liburan ke Pulau Hokkaido khususnya saat musim panas. Ohya, in the first place, ini adalah syarat utama dari mr.husband. Kalau kami liburan ke Jepang musim panas, harus ke Hokkaido agar udaranya tidak sepanas di Tokyo, Osaka ataupun Kyoto.



written on May 7, 2017
Follow our IG & Twitter: @tesyasblog
Like our FB Fanpage: Tesyasblog
See our video on youtube: Tesya Sophianti



Next Post:

Transit Satu Malam di Ho Chi Minh Airport: Menginap di Ibis Saigon Airport


Related Post:
Posts tentang Jepang di tesyaskinderen
Tulisan tentang Jepang di tesyasblog

10 comments:

  1. Mas Rene, coba ajak serta suami saya buat nemenin bersepeda di Hokkaido nya dong *ngarep* 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha..hayu atuh Gitttt :)

      Delete
  2. wah seru nya rencananya, andai bisa cuti lebaran hihihihi kali ini kudu dinas di tunggu ulasannya ya mba cantik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Enggak apa-apa dinas Mba, kan nanti diganti hari libur di low season :)

      Delete
  3. Hwaaa, thanks for sharing mbaaa, bermanfaat bgt buat yg mau ngetrip ke Jepang nih
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  4. Ga sabar nunggu ceritanya 😉😉 pasti seruu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bubu, nanti aku update ya. Selamat mudik dan liburan juga Bubu :)

      Delete
  5. Mba Tesya. kalau pergi ke jepang nya lebaran tahun depan jd tgl 14 juni - 23 juni. Di Tomita dan Biei sdh bagus pemandangannya? Thxs a lot


    Regards,

    Miliya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Miliya, belum blooming tanggal segitu..pemandangannya sih tetep cakep Mba :)

      Delete