5 Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Camping di Tanakita


Sedang mempertimbangkan liburan keluarga dengan cara "glamping" (glamorous camping) di Tanakita? Jika ini kali pertama, mungkin masih galau, "se-rempong" apa ya ke Tanakita bawa anak? Saya coba share berikut ini apa saja yang perlu diketahui dan siapkan jika ingin pergi ke Tanakita. 


1. Transportasi ke Tanakita 

Saya merekomendasikan untuk naik kereta api ke Tanakita. Selain menghindari kemacetan, semua anak suka naik kereta api, bukan? Kami memang naik kereta api eksekutif, tapi jika ada kesempatan ke Tanakita lagi, kami akan memilih kereta api bisnis. Yang bisnis pun udah pake AC kok! 


Naik kereta api tut tut tut..

Cerita lengkap bagaimana naik kereta api ke Tanakita beserta tips-nya, saya share disini ya. 


2. Apa Saja Yang Perlu Dibawa ke Tanakita 

"Kok jadi banyak ya?" tanya mr.husband melihat tumpukan baju yang saya siapkan untuk dibawa ke Tanakita Camping Ground Sukabumi. Dengan galau saya mulai menyortir kembali baju hangat Kiddos. Saya memasukan sweater untuk tidur dan jacket untuk hujan, karena kami tidak punya jas hujan. Kemudian saya ingat tips dari Kak Vari mengenai "bawalah selimut tambahan" Glek! 

Akhirnya saya berhasil mengurangi pakaian Kiddos, mr.husband hanya perlu dua ransel Deuter untuk semua barang kami. Tapi tetep aja comment, "Enggak ke mall atau gunung, tetep aja bawa tas lagi kamu sih" *kemudian saya ngikik 


Inilah tas saya bawa yang di "complaint" mr.husband:D

Yang harus dibawa adalah: perlengkapan mandi (handuk, toiletries, dan sendal untuk mandi), autan, sunblock, topi, payung lipat, jas hujan, jacket, baju ganti anak yang cukup, mainan anak (misalnya bola) dan uang tunai. Teh, kopi dan air panas tersedia 24 jam. Makan pagi, siang, malam yang disediakan pun lebih dari cukup. Bawalah biscuit, camilan dan cup instant noodle jika dibutuhkan. 

Bisa juga membawa marshmallow dan stick untuk membakarnya jika memang berencana mengadakan acara tersebut untuk anak. Kami enggak bawa, dan akhirnya Kiddos hanya melihat anak dari group lain asyik membakar marshmallow di panggangan jagung bakar. 

Perlu dicatat juga bahwa semua aktivitas trekking dan outbound mengharuskan peserta menggunakan sepatu. 


3. Lokasi Tenda di Tanakita 

Untuk review lebih detail, mengenai kondisi tenda, wc di Tanakita, silahkan baca: Review on Tanakita Camping Ground

Terdapat tiga lokasi tenda di Tanakita. Supaya jelas, saya gambarkan dengan foto berikut ya.

1. Lokasi dekat dengan main area untuk api unggun dan makan. Saya memilih lokasi ini, dengan pertimbangan kami menginap pada saat musim hujan. Sehingga lebih baik tinggal di tenda yang paling dekat dengan main area. Kalau hujan, larinya enggak begitu jauh. 

Area tenda yang kami pilih

2. Lokasi yang memiliki area bermain di tengah yang menyenangkan. Sebetulnya lokasi ini ok, tapi siap aja kalau ada rombongan yang sewa beberapa tenda di area ini, tidak akan menikmati suasana pegunungan yang sunyi senyap. 

Menurut saya, ini area yang paling fotogenic

3. Lokasi di paling bawah adalah lokasi paling sepi. Terdapat area coffee break yang tidak jauh dari tenda. Tapi menuju ke main area lumayan jauh, kalau hujan pasti repot. 

Area ketiga ini terpencil...
Walaupun ada tenda makanan khusus di dekat tenda

Siapa cepat datang, dia dapat. Kalau ingin memilih lokasi terbaik, silahkan tiba pagi di Tanakita ya. 


4. Aktivitas di Tanakita 

Mr.Husband sempat ragu, "Kamu enggak akan mati gaya kan di sana ya?" Halah, lebaaay! Saya udah siap bawa satu buku, yang mana akhirnya enggak sempat terbaca -_-

Ketika semua tamu trekking ke Danau pada sore hari pertama, kami memilih istirahat di Tanakita. Menurut mr.husband yang saya beri julukan "Bapak BMG" karena paling hobby meramal cuaca, hujan akan turun sekitar jam 2. Ternyata betul, tidak lama group trekking berangkat, hujan turun dengan deras.
Sementara itu, kami menikmati area Tanakita yang sepi ditinggal para tamunya trekking

Api Unggun 

Karena hanya kami yang tersisa, petugas Tanakita mengajak Kiddos menyalakan api unggun. Pak Ending membawa Kiddos ke hutan di belakang tenda kami untuk mencari getah damar. Pak Ending mengajarkan jika api dinyalakan dengan getah damar dan bukan api, asapnya akan harum. 


Mencari getah damar ke hutan

Sibuklah Kiddos menyalakan api unggun bersama para staff Tanakita. 


Yeay akhirnya api unggun walaupun di sore hari



Mencari Kunang-Kunang 

Malamnya setelah makan, kami diajak jalan kaki sekitar 10 menit ke tempat kunang-kunang. Memang sih kunang-kunang yang kami temukan hanya sekitar lima ekor, tapi seru aja satu group besar jalan kaki malam-malam pake senter. Ohya, jangan lupa bawa senter sesuai jumlah anak ya. Kami hanya membawa satu dan jadilah sempet rebutan. 

Tips lainnya, jangan pakaikan sepatu yang kalau diinjak nyala! Jadi ceritanya, saya bilang kepada Kiddos#2 untuk memakai sepatu sekolahnya yang menyala ketika diinjak. "Nanti kalau gelap, Dede gampang dicari" kata saya menganggap it was a brilliant idea. Dan ia pun setuju. 

Eehh...pada saat mencari kunang-kunang, semua senter diminta untuk dimatikan. Sepatu Kiddos#2 menjadi pusat perhatian deh, karena nyala bak kunang-kunang:D Jadilah Rene menggendong Kiddos#2 hahaha. Judulnya salah strategi. 

Nonton Bareng Video Tentang Hewan 

Staff di Tanakita itu ramah-ramah dan sangat kreatif. Pulang dari acara mencari kunang-kunang, anak-anak bisa menonton video mengenai hewan apa saja yang ada di Taman Nasional Pangrango sambil makan jagung bakar.

Dengan ramah, staff Tanakita menjawab pertanyaan Kiddos


Menikmati Pagi di Situ Gunung 

Pagi setelah solat Subuh, Mr.Husband dan Kiddos#1 sudah siap-siap akan trekking ke Situ Gunung. Sementara itu saya menunggu Kiddos#2 bangun, kemudian kami menyusul ke Situ Gunung ditemani salah seorang staff dari Tanakita. 

Disana kami naik perahu dengan biaya Rp 10 ribu per-orang dan asik foto-foto.


Asyik banget naik perahu

Cakep deh danau ini di pagi hari

Membuat Pancake Untuk Sarapan 

Nah ini juga seru, anak-anak (dewasa juga boleh sih) bisa membuat pancake sendiri ditemani salah seorang staff Tanakita. Beneran kan kreatif banget semua staff di Tanakita ini! 


Belajar masak


Bermain di Sungai 

Ketika kami ditanya staff Tanakita, "Selesai makan mau trekking ke curug atau main di sungai?" Kami memilih yang kedua karena kami bisa main air. 

Kami menyewa angkot merah lagi dari Tanakita ke sungai. Dari tempat angkot parkir, kami berjalan menuju sungai. Kami bermain di tempat finish orang-orang yang melakukan river tubing


Alam yang indah di sekitar sungai

Kiddos langsung happy berat deh main air, walaupun airnya dingin seperti es batu. Staff Tanakita mendampingi kami ketika bermain, dan meminjamkan ban karet yang biasa dipakai untuk river tubing. Their service were awesome! 


Super happy deh kalau udah main air

Flying Fox

Setelah makan siang di hari kedua, Kiddos mengikuti group yang melakukan flying fox. Tidak ada tambahan biaya untuk aktivitas ini. Flying fox berlokasi tidak jauh dari camping ground, pihak Tanakita memanfaatkan pohon yang menjulang tinggi.

Saya melihat pohon raksasa waktu di New Zealand, dan saya suka banget memang sama pohon:D Itu sebabnya saya super betah di Tanakita, it somehow reminds me of New Zealand.


Bisa duduk-duduk cantik disini sambil mengagumi all the trees


Apakah kedua Kiddos berani bermain flying fox?


Kiddos#1 in action
Sementara itu, adiknya.... :D

5. Budget Liburan ke Tanakita 

Akomodasi: setiap orang dikenakan biaya Rp 550.000 per pax sudah termasuk tenda dan makan. Anak di bawah 3 tahun tidak perlu membayar. Ohya, satu tenda maksimal diisi oleh 5 orang.

Biaya lainnya yang harus disiapkan adalah: 
- Tiket kereta api pp Rp 130.000 (asumsi menggunakan kereta kelas eksekutif).
- Angkot dari Stasiun Cisaat dan sebaliknya Rp 200.000 per angkot (satu angkot bisa diisi oleh 4 dewasa dan 4 anak, plus barang) 

- Angkot untuk ke sungai PP, Rp 100.000. 

- Biaya masuk ke sungai Rp 2.500 per orang 

- Biaya makan siang tambahan day 1 di Tanakita Rp 40.000 per orang.



Sudah siap untuk glamping di Tanakita? Kami yang pergi kesana bersama keluarga @zkhairi sangat terkesan dengan pengalaman yang kami dapat di Tanakita, dan tentunya ingin segera bisa kembali ke sana. Aamiin:)



written on April 19, 2015 by @tesyasblog



38 comments:

  1. wahhh murah ya ternyata..semua hrg kemahnya sama ya mba? kamar mandinya gmn? bersihkah :)?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamar mandinya bersih banget Fan.. terpisah antara laki-laki dan perempuan, ada air angetnya juga.
      Nanti review tempatnya tayang di tesyasblog ya Fan hehe :)

      Delete
  2. Makasih ya Mba sharingnya...menyenangkan sekali...
    Boleh tau CP nya Tanakita mba? thx yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, maaf kelewat balas komen nya..haduh..
      Ini CP nya: Pak Piping: 081311135064 dan email: piping.rakata@gmail.com

      Delete
  3. Tanakita ini yang deket sama situ gunung kan? Ternyata asik gini buat liburan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kak Fahmi deket sama Situ Gunung. Istrimu yang lagi hamil pun bisa glamping disini hehehe

      Delete
  4. Aku baru mo nanya budget ternyata udah ada..
    Sip jadi aku bisa siap2 dr sekarang. Cuma perjalanan dr semarang ke sukabumi udah seharian euy... :(
    Thanks infonya mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya jauh. Tapi pas kemarin aku barengan sama rombongan dari Semarang. Mereka cerita naik KA ke Bandung, terus naik mobil travel ke Tanakita. Seru ya.

      Delete
  5. wahh pas banget nih tanakita untuk liburan keluarga .. asri and indah banget .. top dehh .. Lokasinya dimana ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lokasinya di Cisaat-Sukabumi Mba,
      Iya memang lokasinya top banget:)

      Delete
  6. Wah seru mba kaya nya cocok utk si kaka setelah UN/US,kebetulan lg cari liburan utk hilangkan penat ...kasian belajar terus..
    Mba boleh minta CP tanakita?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini ya Mba..
      CP nya: Pak Piping: 081311135064 dan email: piping.rakata@gmail.com

      Delete
  7. Mbak Tesya, apakah menginap satu malam di tanakita cukup yah bila bersama anak-anak (6 dan 2 tahun)? mohon advis dan terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak, cukup kok, kemarin kami juga semalam.

      Delete
  8. Saya orang sukabumi asli, baru tau ada surga dunia yang indah di situ gunung. maklum gede di Bogor. jadi inspirasi ni buat liburan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe, salam kenal Kang.
      Iya ini keren banget tempatnya :)

      Delete
  9. Tulisan yg bagus banget. Ijin share ya mbak.

    ReplyDelete
  10. kalo hanya 2 org 1 tenda ngga bsa ya mba

    ReplyDelete
  11. Mbak, kalo dari stasiun bogor itu pindah stasiun lagi ya untuk naik kereta bisnis/eksekutif ke stasiun Cisaat? thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba pindah stasiun dulu. Saya bahas di tulisan satunya ya, cara naik kereta ke Tanakita.

      Delete
  12. mbak, seru baca blog nya.
    oya, kalo ke tanakita ga bisa naik mobil sendiri ya mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hello Mbak, makasih udah mampir ke blog kami ya.
      Bisa bawa mobil sendiri Mba, tapi kalau weekend apalagi Minggu sore, arah Jakartanya macet Mba.

      Delete
  13. Assalamualaikum. Wah, ulasan yang menarik.
    Mb, saya mau nanyanya agak banyakan boleh ya, penasaran soalnya :
    1. Jika saya cuma pengen berdua setenda bisa gak? Berarti bayarnya cukup 2 pax atau sesuai kapasitas maksimum per tenda?
    2. Saya tertarik mengenai fasilitas makanannya. Ada 3 kali makan (pagi, siang dan malam) plus ada dua kali kudapan ya mb.. Kalo boleh tau dan kalo masih inget, menunya apa aja? Buffet all you can eat apa dijatah per porsi? Kudapannya ada kue2nya juga gak?
    3. Kalo sore atau malem mash laper, apakah ada cafe yg buka dsekitar camping area? Ada yg jual kue2 tradisional gitu g?
    4. Jam check-in dan check-outnya jam berapa mb? Bolehkah early checkin di pagi hari dan late checkout agak sorean?

    Makasih banyak, punten kebanyakan nanya.. Sukses selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waalaikumsalam, saya coba jawab ya:
      1. Bisa banget, berarti bayar untuk berdua aja satu tenda.
      2. Menunya makanan sunda: ayam goreng, tempe, tahu, lalaban. Seperti itulah kira-kira hehe. Kalau makan pagi ada nasi gorengnya. Semuanya dalam bentuk prasmanan, all you can eat. Kudapannya ada pisang goreng sebagai teman teh dan kopi.
      3. Enggak ada (: Eh ada sih warung di luar kompleks, kalau pake mobil bisa pergi sendiri. Tapi kalau enggak ada mobil repot. Bawa bekel aja :)
      4. Early check-in boleh, kami waktu itu tiba jam 11. Late checkout sih tergantung akan ada tamu lagi enggak yang datang. Atau pas pesan, coba tanyakan aja ya.

      Semoga membantu :)

      Delete
  14. Hi mba tesya...mau tanya jd kl kita berempat 550x 4orang ya? Gak murah juga donk yaa blum transport dll..semalam bs abis 3 jutaan..hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, kalau dibandingkan glamping macam di Dusun Bambu Bandung, yang ini lebih murah sih Mba. Terus kalau mau hemat transportnya, bisa naik mobil aja. Tapi dipikirin aja strategi melawan kemacetannya.

      Delete
  15. Camping mewah ya.. Di mana akan fasilitas .. Ng ada seru nya menurut saya karena saya lebih gemar camping murni bawa beban sendiri,masak sendiri dengan membantu tenda sendiri .. Karena dengan cara ini saya lebih tau rasa nya dialam lebih menghargai alam dan cinta akan alam ,bnyak bertemu warga2 yg bekerja keras demi mencari sesuap nasi .. Dan saya pernah pula memungut sampah bekas2 camping para orang2 beruang yg mereka tak ingat sampah mereka.maaf bukan nya saya Ng senang akan camping mewah tapi saya berkali2 bertemu orang2 camping mewah yg lupa akan alam dan sampah nya .. Maka nikmati lah alam dengan usaha mu dan jaga lah alam ini karena sesungguhnya allam ini akan rusak oleh2 tangan manusaia yg lupa akan rabb ny

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Mas untuk feedbacknya. Saya setuju bahwa kita harus menjaga alam, bukan hanya saat camping namun juga dalam kehidupan sehari-hari ya.

      Delete
  16. Hai Mbak Tesya,seruuu yaa glampingnya...aku mau tanya donk mbak, waktu pulang dr stasiun cisaat ke bogor, mbak beli tiket kereta yg jam berapakah? Makasih sebelumnya mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak, iya seru campingnya. Aku waktu itu kereta jam 2-an.

      Delete
  17. hi mbak tesya, untuk biaya campingnya, apakah ada fee atau uang tip untuk penjaganya? krn saya sempat hubungin kantornya yg di jl.lamandau, mereka mengenakan biaya 300rb untuk setiap pendamping. jadi kalau ada dua pendamping, saya harus menambah biaya 600rb. apa itu benar? tks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mas, waktu itu kami tidak ada biaya untuk pendamping. Tips kami berikan ke petugas yang membantu kami saat main ke danau, misalnya.

      Delete
  18. Seru banget, mbaaak. Thanks infonya. Rencana kami juga pengen ke sana. Cihui!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba FIan, aku juga pengen balik lagi, kangen ama pohon-pohon di Tanakita :)

      Delete
  19. mba mau tanya dong..
    yg "per pax" itu maksud nya gmna yaa??
    terima kasih sebelumnya...

    ReplyDelete