Showing posts with label Camping. Show all posts
Showing posts with label Camping. Show all posts

Sari Ater Camping Park, Memilih Tenda Yang Sesuai


Ketika diminta menjadi EO acara camping glamping untuk teman-teman di kantor lama, saya langsung mengusulkan Sari Ater Camping Park, tempat yang cocok untuk glamping (glamorous camping) bersama keluarga.  

Saya membuat pemesanan via telepon setelah mempelajari tipe dan harga yang ada di website Sari Ater. Pilihan pun jatuh pada tipe Rusa. Sayangnya, tenda yang kami butuhkan tidak tersedia.  

"Tenda tipe Rusa dan Landak sama Bu fasilitasnya, hanya saja lokasinya berbeda" begitu penjelasan staff hotel di ujung telepon mencoba meyakinkan saya. 

Sebetulnya agak ragu, karena foto yang ada di website memperlihatkan adanya perbedaan ranjang antara tenda tipe Rusa dan tipe Landak. Namun karena hanya tersedia tipe Landak, saya pun pasrah memesan 6 tenda.


Lokasi tenda berbeda sesuai dengan tipe yang dipilih


Tiba di area Sari Ater Camping Park, saya bersyukur telah memilih tenda tipe Landak. Selain lebih murah, ternyata memang betul fasilitasnya sama persis.

Baca Selanjutnya...

5 Hal Yang Perlu Diketahui Sebelum Camping di Tanakita


Sedang mempertimbangkan liburan keluarga dengan cara "glamping" (glamorous camping) di Tanakita? Jika ini kali pertama, mungkin masih galau, "se-rempong" apa ya ke Tanakita bawa anak? Saya coba share berikut ini apa saja yang perlu diketahui dan siapkan jika ingin pergi ke Tanakita. 


1. Transportasi ke Tanakita 

Saya merekomendasikan untuk naik kereta api ke Tanakita. Selain menghindari kemacetan, semua anak suka naik kereta api, bukan? Kami memang naik kereta api eksekutif, tapi jika ada kesempatan ke Tanakita lagi, kami akan memilih kereta api bisnis. Yang bisnis pun udah pake AC kok! 


Naik kereta api tut tut tut..

Cerita lengkap bagaimana naik kereta api ke Tanakita beserta tips-nya, saya share disini ya. 

Baca Selanjutnya...

Naik Kereta Api ke Tanakita Camping Ground


Tahun 2015 ini lumayan banyak long weekend-nya ya? Kami sudah mengincar tanggal 3-5 April untuk liburan, tapi harga pesawat tidak pernah bersahabat even pada saat Air Asia sale.

Diputuskanlah mencari lokasi wisata di sekitar Jakarta. Akhirnya camping atau glamping di Tanakita Sukabumi yang kami pilih. Saya hanya mengajukan satu syarat: perginya pake KERETA API (iya pake caps lock, artinya wajib!:D).
 
Pengalaman perjalanan tiada akhir yang kami tempuh dari Ujung Genteng ke Cibubur (selama 7 jam) masih membekas dalam #tsaaah. Padahal saat itu bukan long weekend.

Mr.husband sukarela menjadi PIC pemesanan tiket kereta api untuk keluarga kami dan dua keluarga lain yang sudah mendaftar. Tiket KA baru bisa dipesan satu bulan sebelum keberangkatan.

Jam 05.30 kami berangkat dari rumah menuju Stasiun Bogor. Aplikasi waze sudah kami nyalakan, saya dan mr.husband belum pernah ke stasiun Bogor. Gelap blass enggak ngerti musti kemana. Memasuki Bogor lancar jaya, Waze meminta kami belok ke jalan-jalan kecil dan tiba-tiba kami sudah berada di jalan sempit, kiri kanan kami pasar. Aduh Waze!

Stasiun Bogor untuk kereta api komuter
Baca Selanjutnya...

Things To Do in Tanjung Lesung Beach Club


Sewaktu camping di Tanjung Lesung, kami hanya sempat bermain di pantai sekitar Tanjung Lesung Beach Club. Alasannya sangat simpel, di saat orang umum perlu membayar untuk masuk ke Tanjung Lesung Beach Club, kami memiliki privilege menikmati pantai yang ada di Tanjung Lesung Beach Club secara gratis:)

Tanjung Lesung Beach Club merupakan pantai yang paling ramai dikunjungi di Tanjung Lesung. Aktivitas watersport di sini memang lumayan lengkap, dan dibandingkan dengan pantai di depan area villa yang dipenuhi karang, pantai di Tanjung Lesung Beach Club lah yang bisa dijadikan tempat berenang.

Selamat datang di Tanjung Lesung Beach Club

Baca Selanjutnya...

Camping di Dusun Bambu: Pengalaman Bermalam di Tenda Mewah


Setelah menulis tentang kunjungan pertama ke Dusun Bambu, saya mengajak beberapa keluarga untuk camping bersama di Eagle Camp, sebuah exclusive camping ground yang berada di dalam kompleks Dusun Bambu Lembang. 6 keluarga mendaftar, dan keesokan harinya, saya menelepon Dusun Bambu memesan 5 tenda untuk pertengahan Oktober. FYI, pemesanan saya lakukan dua bulan di muka.

Satu bulan kemudian, saya menerima telepon dari Dusun Bambu. "Hallo dengan Bu Tesya? Ibu jadi memesan 9 tenda?" Hah? Banyak amat? Telepon dari staff Dusun Bambu sudah saya klarifikasi bahwa saya hanya memesan lima tenda. Dua minggu kemudian, saya ditelepon dan ditanya hal yang sama: apakah saya memesan 9 tenda. Saya menjawab dengan sabar, "Enggak, Mas cuman lima tenda. Dan confirm ya, jangan dikasih ke orang lain"

Satu minggu sebelum hari H, saya kembali dihubungi via telepon. Kali ini catatan mereka sudah betul, saya memesan lima tenda. Terpaksa saya cancel satu, karena tiga keluarga batal berangkat, namun ada satu keluarga lain yang mendaftar. Telepon yang intens ini menunjukan betapa camping di Dusun Bambu selalu fully booked.  


Pintu masuk ke area tenda

Baca Selanjutnya...

5 Tips Camping di Green Coral Tanjung Lesung

Mencoba Camping, Hotel atau Villa di Tanjung Lesung?

"Tuing.." tiba-tiba suara notifikasi whatsapp terdengar dari smartphone saya. Saya membukanya dan melihat gambar tenda berwarna hijau yang dilengkapi matras. Di bawahnya ada message dari Rene, "Kita camping yuk di Tanjung Lesung"

Rene adalah pecinta alam, beberapa kali ia naik gunung mengikuti pendakian umum. Sedangkan saya, pengalaman camping yang saya ingat waktu SD adalah di lapangan samping rumah di Bandung. Itu pun jam 11 malam saya masuk rumah karena kedinginan, lalu tidur di kamar. Setelah itu, di SMA saya pernah camping di Ranca Upas, karena terpaksa sebagai pelatihan mengikuti OSIS.

Jadi saya hanya menjawab ajakan camping di Green Coral Tanjung Lesung, dengan emoticon nyengir kuda:p

Rene lalu mengundang saya bergabung dalam group whatsapp, ia mengajak keluarga @diniros yang sudah bersama kami liburan ke New Zealand dan keluarga @zaratulkhairi yang bersama kami liburan ke Tasmania untuk camping di Green Coral. Di group whatsapp tersebut, semua orang tampak bersemangat, kecuali saya yang masih ragu.

Seperti biasa, saya diberi tugas menghubungi pihak hotel untuk menanyakan masalah availability dan harga. Oleh Pak Adi, Marketing Tanjung Lesung, kami diberi tiga opsi: menginap di hotel, villa atau camping. Diskusi terus mengalir semakin seru di group whatsapp kami, apakah akan dua malam camping, atau satu malam camping dan satu malam di villa tiga kamar.

"Gimana kalau saya mau pipis malam-malam?" tanya saya via whatsapp. Dua ibu yang lain menjawab, "Nanti kita anterin deh." Saya masih juga ragu, "Gimana kalau kepanasan di tenda?" Rene mencoba menenangkan, "Kan, ada kipas angin di tendanya." Saya masih ragu, "Gimana kalau saya mati gaya?" Rene jawab, "Kamu bawa laptop aja" Ya baiklah, saya pun mengalah dan memutuskan mengambil paket dua malam di tenda. Everybody was happy, kecuali saya yang tetap ragu:p

Kami membayar DP 50% pada saat booking, Rp 1.200.000 untuk keluarga kami (berempat) menginap satu malam, termasuk tenda yang dilengkapi kipas angin dan colokan listrik, tiga matras, dan makan tiga kali sehari ditambah sekali snack. Biaya malam kedua kami bayar di lokasi. Kiddos#2 tidak perlu membayar, menurut pihak Marketing Hotel, anak sampai dengan umur 4 tahun gratis. By the way, di kontrak tertulis DP tidak bisa dikembalikan. Haduh.

Keraguan saya sirna ketika melihat betapa happy kiddos melihat 
tenda pertama mereka :)
Baca Selanjutnya...