Transit Satu Malam di Ho Chi Minh: Menginap di Ibis Saigon Airport


Sempat bingung sewaktu memilih akomodasi di sekitar Saigon Airport atau yang sekarang bernama Tan Son Nhat International Airport. Saya lupa persisnya tau darimana mengenai hotel ini, namun akhirnya hanya Ibis Saigon Airport yang menjadi alternatif saya.

Ho Chi Minh adalah kota yang pertama bagi kami sekeluarga, kami transit dalam perjalanan dari Jakarta ke Tokyo. Awalnya sih kami ingin jalan-jalan ke kota Ho Chi Minh. Namun begitu keluar dari airport dan melihat hiruk pikuk keadaan di sekitar bandara, kami putuskan hanya tinggal di hotel saja.

Keadaan kamar yang sangat nyaman juga membuat kami malas pergi jauh. Kami memesan sebuah kamar Family Room dengan 1 queen bed dan 1 bunk bed. Harga kamar ini adalah Rp 890 ribu semalam, sudah termasuk pajak dan free airport transfer and pick-up.

Kamarnya besar banget untuk ukuran Ibis Hotel ya..
Baca Selanjutnya...

Merayakan Idul Fitri di Istanbul Dengan Naik Bhosporus Cruise Dari Ortakoy


Alhamdulillah hari ini kita merayakan hari kemenangan, setelah satu bulan berjuang sekaligus menikmati bulan Ramadhan. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H ya teman-teman pembaca tesyaskinderen. Mohon maaf lahir dan batin.

Karena kami hanya mudik singkat ke Bandung, jadi saya bisa menulis blog pada malam hari raya pertama lebaran ini. Saya ingin menulis mengenai lebaran yang kami rayakan tahun lalu.

Ceritanya kami ikutan orang Turki merayakan lebaran, banyak dari mereka menjadi turis domestik dan berlibur ke Istanbul. Kemudian mereka naik ferry atau yang disebut Bhosporus Cruise.

Bukan hanya menikmati waktu bersama keluarga di atas ferry, kami juga menikmati pemandangan indah sepanjang perjalanan. Tempat apa saja yang kami lewati? Yuk kita intip :)

Di atas ferry, dengan latar belakang Bhosporus Bridge
Baca Selanjutnya...

Menginap di Prime Park Hotel Bandung


Sebetulnya saya tidak perlu menginap di Bandung, karena ada rumah orang tua di sana. Tapi sesekali boleh lah ya kita rame-rame menginap di hotel dengan tujuan menikmati kolam renang :)

Prime Park Hotel Bandung sudah lama saya lihat-lihat melalui booking dot com. Sejujurnya saya suka kolam renangnya. Tapi lokasinya kurang ok, walaupun bagi orang Bandung seperti saya, tidak masalah karena memang tujuannya mau di hotel saja.

Akhirnya kami pun menginap di sana tanpa ekspektasi berlebih, secara kamarnya saja Rp 500.000 sudah termasuk makan siang untuk sebuah long weekend di Bandung. Lumayan banget kan! Ohya reservasi saya lakukan langsung melalui website Prime Park Hotel Bandung.

Kesan pertama ketika memasuki lobi, saya merasa heran dengan lobi yang terang benderang. Bagus sih sebetulnya, tidak perlu lampu sudah terang dari luar. Tapi saya mulai merasa, "kok beda ya dengan di website" kind of feeling.

Tapi untuk Kiddos dan para sepupunya, tidak masalah sama sekali sih. Setelah check-in, mereka sih langsung minta berenang.

Yang penting untuk Kiddos dan para sepupunya adalah kolam renang:D
Baca Selanjutnya...

Liburan di Bulan Puasa ke Jogjakarta: Merapi Tour Hingga Artjog 2017


Sesekali bolehlah ya family traveller macam saya mengadakan unplanned trip. Walaupun biasanya saya enggak mau karena pastinya tiket pesawat lebih mahal kalau dibeli mendekati hari H liburan. 

Tapi karena mr.husband ada urusan mendadak di Jogjakarta dan saya pun harus hadir, saya request agar kedua Kiddos bisa diajak. "Kasian donk lagi puasa, kitanya enggak ada" begitu alasan saya. Eeeh dijawab begini, "Boleh aja, tapi kamu yang bayarin tiketnya yah" Hahahaha hellloww! Ya udah deh saya jawab iya aja dulu, siapa tau lupa alias enggak ditagih:D

Saat membeli tiket, ternyata harganya lumayan murah walaupun kami pergi pada saat long weekend hari Pancasila (tgl 1 Juni hari Kamis). Tiket pulang pergi untuk kami berempat Rp 3 juta, pergi hari Kamis dan pulang hari Sabtu. Harga tiket Jogjakarta-Jakarta nya dua kali lipat pada hari Minggu.

Setelah urusan tiket selesai, kami pun memesan apartemen melalui situs airbnb. Alasannya sederhana, saya lagi punya tabungan atau yang disebut "travel credit" di Airbnb lumayan besar. Awalnya sih tergoda untuk memesan Hotel Tentrem yang tarifnya diskon 50% dari harga normal menjadi Rp 1 juta per malam. Tapi karena dua malam di Hotel Tentrem adalah Rp 2 juta sementara memesan apartemen di airbnb saya hanya membayar Rp 350 ribu untuk dua malam, udah tau kan ya mana yang saya pilih (pastinya)?

Disambut kartu "Welcome" di Roten's apartment


Sewa Apartemen di Jogjakarta Melalui Airbnb

Kami mendapatkan apartemen dua kamar di Mataram City yang berlokasi bersebelahan dengan Hotel Alana. Saya langsung teringat Epic Coffee, salah satu tempat ngopi asyik di Jogjakarta. Hotel Alana dan Epic Coffee terletak di jalan yang sama. Asyik kan!

Nama apartemen yang saya sewa adalah Roten's Apartment, terdiri dari dua kamar, ruang tengah, ruang makan dan dapur. Harga normal yang saya dapatkan kemarin Rp 1,9 juta untuk dua malam. Dan saya suka banget apartemen ini. Tampak baru, bersih, terawat, pokoknya serasa rumah sendiri. 

A homey apartment
The main bedroom
Kamar untuk anak


Kami juga bisa menggunakan kolam renang milik hotel Alana. Tapi karena saya sudah wanti-wanti ke kedua Kiddos#1, "Nanti laper loh Kak kalau berenang" akhirnya kami hanya main kartu di pinggiran kolam renang hehehe..

Yang mencari akomodasi keluarga Jogjakarta, coba gooling aja Roten's Apartment. Kalau belum punya akun airbnb ayo daftar menggunakan kode referall saya TMERIAM1. Teman-teman akan mendapatkan diskon saat memesan (pemesanan pertama). Masuk ke link TMERIAM1 dan tinggal klik "sign up to claim your credit".




Ngopi Di Epic Coffee

Dari bandara, kami naik mobil yang kami sewa dari Mas Nova, langganan sewa mobil kami di Jogjakarta. Kali ini kami meminjam mobil Honda Brio.

Setelah check-in, tujuan pertama kami adalah ke Epic Coffee. Tidak lupa memesan Coffeelicious dan foto di spot paling instargrammable yang ada di Epic Coffee:D

Epic Coffee yang nyaman untuk santai
I choose brewing:p
The must try: Coffeelicious




Akhirnya Mencoba Naik Jeep Untuk Merapi Tour

Hari kedua, setelah urusan kami selesai, kami langsung menuju area tour Merapi. Udah lama sekali mr.husband ingin mengajak kami mencoba naik jeep di Merapi. Saya malah sudah mencoba duluan saat pergi dengan teman-teman kantor. Awalnya agak ragu, masa ya lagi puasa naik Jeep? Tapi ternyata saat diperlihatkan foto-foto Jeep tour ini, kedua Kiddos sepakat ingin mencoba.

Saya mengirimkan whatsapp kepada guide yang sebelumnya saya pakai, ceritanya saya melakukan reservasi terlebih dulu. Padahal sebetulnya kalau bulan puas tidak perlu reservasi, demand nya turun secara signifikan.

Yang butuh nomor teleponnya silahkan, bisa di WA juga: Alfan 085877780242. Tell him Tesya sent you. 


Sesi foto di atas Jeep:D


Ceritanya akan saya tulis terpisah karena banyak banget foto-fotonya! Hehehe.. Ohiya, harga satu Jeep ini Rp 350.000 untuk 4 orang. 
Mahal? Hmm, menurut saya sih pengalamannya worth it banget :)

Kami naik Jeep saat jam "ngabuburit". Sudah saya setting jam 5 sore paling terlambat, kami sudah tiba di The House of Raminten yang berada di Jalan Kaliurang. Saya suka tempatnya yang luas, dan makanannya yang enak dan murah. Raminten ini bisa ditempuh sekitar 20-30 menit dari tempat berakhirnya acara main Jeep.

Apalah arti ke Jogjakarta tanpa ke Tempo Gelato, ya kan? Jadi dalam perjalanan pulang dari Raminten, kami mampir di Tempo Gelato cabang kedua yang berada di Jalan Kaliurang. Tempatnya jauh lebih luas, ada tempat parkir, dan bersebelahan dengan coffeeshop yang lagi hits di Jogjakarta: Couvee.

Percayalah, Tempo Gelato dan Couvee ini wajib dikunjungi :)


Segini banyak Rp 20.000
Tempo Gelato di Jalan Kaliurang
Tumben banget Kakak minta difoto di Couvee
Background yang kece di Couvee



Melihat Pameran Seni Artjog 2017

Hari terakhir sebelum pulang ke Jakarta, kami mengunjungi Jogja National Museum untuk melihat karya seni yang dipamerkan di Artjog 2017. Sebelumnya kami tidak tahu mengenai Artjog, kalau tante Celi tidak menyusul kami ke Jogjakarta hehe..

Tante Celi ini sepupu mr.husband, dan ia khusus terbang ke Jogjakarta demi Artjog! Ckckckckc... Tapi pameran seni ini memang keren sih. Saya posting banyak foto enggak apa-apa ya?


Pintu masuk yang eyecatching
Mata ini ada dimana-mana
Tante Celi dan Kiddos#1
Pas banget dengan Hari Lahir Pancasila


Jogjakarta Ternyata Sangat Menyenangkan Pada Saat Puasa

Iyaaa, Jogjakarta jauh lebih sepi loh :) Misalnya saat kami Merapi Tour itu sepi banget, Jeep yang beredar bisa dihitung dengan jari. Jalanan juga menjadi lebih sepi. Beda banget dengan long weekend di luar bulan puasa.

Saya sengaja memilih penerbangan pada jam "ngabuburit". Di hari pertama, Air Asia delay 2 jam, untungnya ada pemberitahuan sebelum kami berangkat ke bandara. Kami tiba di Bandara Adisucipto beberapa saat sebelum Adzan Maghrib.

Saat pulang kami juga sudah sampai rumah sekitar jam 4 sore, jadi kedua Kiddos tidak perlu menunggu lama menuju waktu buka puasa. 

Tinggal di apartemen saat liburan di bulan puasa juga sangat membantu, jadi kami bisa masak yang ringan-ringan (baca: Indomie), bisa menghangatkan makanan, dan bisa makan bersama di meja makan.

Kiddos#1 yang duduk di kelas 4 tidak masalah kami bawa kemana pun ia tetap puasa penuh. Tapi adiknya yang duduk di kelas 2 selalu minta buka puasa jam 4 sore, dengan alasan "Tadi kan sahurku dikit". Yah begitulah, our drama King.

Terimakasih Jogjakarta untuk liburan dadakan ini, we will always go back to Jogjakarta :)



written on June 10, 2017
Follow our IG & Twitter: @tesyasblog
Like our FB Fanpage: Tesyasblog
See our video on youtube: tesyasvlog



Related Posts: 
Jogjakarta



Baca Selanjutnya...