Pengalaman Terbang Dengan Vietnam Airlines Dari Jakarta ke Tokyo


Sudah saya ceritakan sebelumnya bagaimana kami hunting tiket pesawat murah dari Jakarta ke Tokyo untuk musim libur lebaran. Sekarang kami ingin berbagi cerita mengenai pengalaman pertama terbang dengan Vietnam Airlines dari Jakarta ke Tokyo.

Saya masih ingat beberapa tahun lalu saat training dari kantor di Singapura, salah satu pesertanya adalah dari Vietnam. Karena jadwal pesawat kami untuk pulang ke negara masing-masing hampir sama, akhirnya kami berbagi taksi. Setibanya di Changi, kami berpisah di Terminal 3, saya naik Garuda Indonesia dan ia naik Vietnam Airlines. Dari pengalaman tersebut, saya pikir pasti Vietnam Airlines keren nih, namanya juga full airlines service.

Karena itu, saya tidak terlalu ragu saat memesan tiket Vietnam Airlines. Image bahwa Vietnam Airlines adalah full airline service cukup menenangkan hati; bagasinya sudah include, begitu juga dengan makanan. Hanya satu yang luput dari perhatian yaitu masalah inflight entertainment. Enggak pernah menyangka kalau TV-nya harus "nobar" hahaha..

We're leaving on a jet plane


Penerbangan Dari Jakarta ke Tokyo

Dua hari sebelum keberangkatan, seharusnya kami sudah bisa web check-in, namun entah kenapa selalu error. Akhirnya saya coba cek melalui website Vietnam Airlines, apakah ada perubahan jadwal penerbangan? Ternyata ada perubahan untuk rute Tokyo - Ho Chi Minh, namun tidak ada pemberitahuan dari Traveloka (tiket kami beli melaluli Traveloka). Saya tanyakan melalui live chat Traveloka, dan dua jam kemudian, Traveloka mengirimkan revised ticket.

Pada hari H, tidak ada masalah saat check-in. Kami diberikan prioritas check-in, mungkin karena melihat bepergian dengan dua anak. "Ibu, saya cek dulu ya paspornya, pesawat kami penuh, kami ingin pastikan Ibu tidak terpisah duduknya". Baik banget ya! Saya balas dengan curcol, "Mba, kami coba web check-in tidak pernah berhasil". Petugas yang ramah itu pun menjawab, "Iya Ibu, mungkin karena pesawat kami penuh". Entahlah ada hubungannya atau tidak:p

Kami memasukan semua baju ke dalam satu backpack dan satu cabin sized baggage. Keduanya kami masukan ke dalam bagasi, malas repot harus membawa ke dalam pesawat. Saya hanya membawa baju ganti untuk kedua Kiddos. 

Eh ternyata... bagasi kami langsung diberi tag ke bandara Narita, Tokyo. Enak juga sih tidak perlu repot lagi saat transit di Ho Chi Minh, tapi saya dan mr.husband tidak ada baju sama sekali. Alhamdulillah ada alasan belanja di Ho Chi Minh:D


Saat check-in di Soekarno Hatta Airport Terminal 2


Pesawat kami terbang sesuai jadwal, sekitar jam 14.30. Tentu saja pesawatnya penuh banget, tapi syukurnya kami bisa duduk berdekatan. Ada dua hal yang membuat kami kaget saat naik pesawat. Pertama masalah TV yang ternyata ditonton bersama, dan kedua mengenai leg room yang luas! Enggak nyangka aja tempat duduknya senyaman ini :)

Kiddos#1 sempat complaint, "Bundu mah bohong, katanya ada TV". Terus saya jawab aja, "Iya kan memang ada TV, tapi aku enggak tau kalau TV nya di atas" hahahaha..


Walaupun TV nya rame-rame, setiap penumpang bisa mendengarkan TV
dari headphone yang dicolok ke bangku masing-masing
Nonton TV kalau kursinya terlalu dekat, dijamin sakit leher:D



Makanan yang disajikan siang itu enak dan banyak. Silahkan dilihat gambarnya :) Yang pasti, cocok dengan lidah kami berempat. Pengalaman travelling mengajarkan kedua Kiddos tidak memilih-milh makanan, ya kalau mereka picky, silahkan kelaparan di atas pesawat:p







Setelah kurang lebih 3,5 jam perjalanan, sekitar pukul 6 sore kami tiba di Ho Chi Minh airport, dan langsung dijemput oleh van menuju Ibis Saigon Airport. Baca reviewnya disini ya.

Ohya, foto di bawah ini wajib banget saya post: telepon di dekat emergency seat yang dipergunakan oleh awak kabin untuk menghubungi teman-temannya yang berada di bagian belakang pesawat. Lucu ya, saya sih belum pernah melihat yang seperti ini:D

Emergency seat nya hanya terdiri dari dua seat, karena space untuk satu kursi lainnya diambil alih oleh telepon umum ini hehe..


"Telepn umum" hehehe..


Two thumbs up untuk para awak kabin Vietnam Airlines, mereka ramah-ramah, enak dilihat (baca=>ganteng), berpenampilan rapi, dan yang wanita menggunakan baju khas Vietnam. Saat menyajikan hidangan, stewardess pun mengenakan celemek.








Penerbangan Dari Ho Chi Minh ke Tokyo

Esok harinya kami meneruskan perjalanan dari Ho Chi Minh ke Tokyo selama 5,5 jam. Pesawat berangkat sekitar jam 7 pagi, matahari pagi mengiringi saat pesawat kami take off.


Bye Saigon Airport :)


Makanan pagi itu Japanese menu, kedua Kiddos mendapatkan child meal. Saya memang memesan child meal, namun baru penerbangan rute ini yang akhirnya kami mendapatkan apa yang kami pesan.


The Japanese style breakfast
The child meal


Setelah kenyang makan, kami pun tidur dengan nyaman karena hari itu penerbangan dari Ho Chi Minh ke Tokyo kosong.


Pulas di atas pesawat




Penerbangan Tokyo ke Ho Chi Minh: Di Mana Counter Check-In Vietnam Airlines di Narita Airport?


FYI, counter check in di bandara Narita terbagi menjadi dua: South Wing dan North Wing. Kami tidak mengetahui hal ini sebelumnya, sempat bingung saat mencari counter check-in Vietnam Airlines di Bandara Narita. Ternyata counter Vietnam Airlines berada di North Wing.


Counter Vietnam Airlines di Bandara Narita


Saat melakukan check-in, kami minta agar bagasi dapat langsung diberikan tag dari Tokyo ke Jakarta. Tapi awalnya petugas menyatakan tidak bisa. Saya kemudian menceritakan bahwa saat pergi pun bagasi kami langsung dari Jakarta ke Tokyo. Akhirnya petugas menjawab, "But we are not responsible if your luggage is lost". Nah loh!

Mr.husband meyakinkan saya, "Ya udahlah, kita berdoa aja!" hehehe.. Memang malas banget kalau harus mengeluarkan bagasi di Ho Chi Minh dan memasukan lagi ke our next flight. Mungkin sedikit banyak, faktor usai berpengaruh dalam hal ini. Hahahaha...

Alhamdulillah bagasi kami aman tiba di CGK, malah keluar lebih cepat dibandingkan bagasi milik penumpang lain.


Penerbangan Ho Chi Minh - Jakarta: Antrean Imigrasi di Ho Chi Minh Yang Membuat Kapok


Dari seluruh rangkaian penerbangan, hal yang tidak enak hanya satu: saat kembali dari Ho Chi Minh ke Jakarta. 

Kami menginap semalam lagi di Ho Chi Minh (back to Ibis Saigon Airport). Dan besoknya jadwal pesawat kami adalah jam 10 pagi dari Ho Chi Minh ke Jakarta.

Esok harinya, setelah belanja tumbler Starbucks di lobi hotel, kami meninggalkan Ibis Saigon Airport hotel jam 07.30, dan setibanya di bandara (10 menit kemudian), kami melihat antrean yang mengular nan mengerikan! Huhuhuhu..

Untung saja kami tidak perlu ikutan antre drop baggage, karena bagasi sudah di tag dari bandara NRT ke CGK. Kami juga sudah melakukan web check-in, sehingga yang kami lakukan pagi itu adalah mendekati mesin self check in untuk mencetak boarding pass. Segera  setelah itu, kami antre untuk cap paspor.

Kurang lebih, kami antre 45 menit dari mulai proses cap paspor di imigrasi hingga antre untuk memasukan barang ke x-ray. Sepatu harus dibuka loh, begitu juga sepatu kedua Kiddos. Haduh, rempong betul deh pagi itu di bandara...

Dalam hati saya bertanya-tanya, segini banyak ya orang yang pergi ke Vietnam untuk berlibur? Hebat juga.. *p.s tentunya saya tidak foto karena tidak boleh mengambil foto di area imigrasi.


***

Despite the last bound from Ho Chi Minh to Jakarta, kami sesungguhnya menikmati pengalaman terbang dengan Vietnam Airlines. Kalau ada promo yang lebih jauh, ke London misalnya, we would not hestitate to try! Jiyaaah ini sih kode keras untuk mr.husband hahaha..

Teman-teman berencana terbang dengan Vietnam Airlines? Semoga pengalaman kami ini bisa memberikan referensi yaa. Pesan dari saya sih satu: apapun yang dialami, yaaa dinikmati saja. It's part of the journey, dan walaupun harus mengalami pengalaman yang kurang nyaman, pasti ada hal yang dapat kita pelajari. Termasuk ketika kita mencoba untuk naik maskapai yang belum pernah kita coba sebelumnya, iya kan?


written on July 9, 2017
Follow our twitter and instagram: @tesyasblog
Like our FB Fanpage: Tesyasblog
See our video on youtube: Tesya Sophianti


Previous Post:
Dari Narita Airport ke Asakusa Dengan Keisei Express

4 comments:

  1. penerbangan transit dengan menginap satu malam lebih murah mana dibanding direct mbak?

    -mike

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih mahal yang direct tentunya :)

      Delete
  2. "Pengalaman travelling mengajarkan kedua Kiddos tidak memilih-milh makanan, ya kalau mereka picky, silahkan kelaparan di atas pesawat:p" >>> langsung girang liat tulisan ini 😂 ..kirain aku aja yg "kejam" mba Tesya.. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha Mba Utet, iyalah kan mereka udah besar, musti diajarin "survive" :)

      Delete