Terbang Dengan KLM dari Jakarta ke Kuala Lumpur


Live Blogging from Tokyo :)

Apa hal yang paling saya enggak suka dari liburan akhir tahun (selain harga tiket pesawat yang harganya selangit!)? Hiruk pikuknya bandara! Hih!! Kalau lagi business trip sendiri aja, suasana bandara Soekarno Hatta yang ramai di pagi buta itu selalu membuat saya enggak nyaman. Nah apalagi kalau liburan akhir tahun, bawa kedua Kiddos pula.

Tapi ya gimana lagi, ini adalah satu-satunya waktu dimana (saya yang enggak punya cuti ini) kami sekeluarga bisa libur panjang. Jadi seperti liburan ke Sydney tepat satu tahun yang lalu, kembali kami sekeluarga antre di check-in counter Bandara Soekarno Hatta.

"Kita naik KLM sekarang? KLM itu singkatan apa sih? Kok kita naik KLM? *anak AirAsia sejati!" saya diberondong pertanyaan oleh kedua Kiddos setibanya di bandara. Saya jawab aja, kalau tiket KLM harganya sama dengan tiket Air Asia, karena itu saya membeli tiket KLM. Tidak lupa saya tambahkan, "Nanti Kakak ama Dede bisa nonton film, main games, kaya waktu kita naik Garuda ke Hong Kong!". Mata mereka pun berbinar-binar:D

Kami sudah web check-in, jadi kami antre di counter drop baggage yang memang khusus untuk mereka yang sudah online check-in. Walaupun pesawat kami jam 19.20, konter check-in sudah dibuka sejak jam 15.30! Setelah 1 jam antre, kami dipersilakan untuk memasukan bagasi, numpang di business class karena penumpangnya sudah selesai check-in semua.

Udah follow IG @tesyasblog?
Kami upload video #JPFamTrip loh di sana


"Ini terlalu kecil tempatnya, saya harus duduk dimana?" seorang Bapak blasteran berkata kepada petugas dengan Bahasa Indonesia yang terpatah-patah. Di gate E7, KLM sudah memisahkan row berapa dan duduk di samping kiri atau kanan. Saya dan si Bapak seharusnya duduk di samping kanan, namun 80% nya diblok untuk penumpang kelas bisnis. 

Saya pura-pura sibuk melanjutkan membaca buku, sampai Kiddos#1 bertanya, "Bun, kenapa sih kita enggak boleh duduk di kursi itu?" Saya jawab aja, "Itu untuk penumpang kelas bisnis Kak, itu loh yang kursinya bisa ditidurin." Eh Kakak nanya lagi, "Kenapa kita enggak naik kelas bisnis, Bun?" Ibu sebelah saya udah senyum aja nguping pembicaraan kami. Menanggapi pertanyaan seperti ini, saya harus jawab jujur, "We could not afford it Kak, mahal banget!". Sambil berdoa sih, siapa tau someday ada kesempatan naik kelas bisnis KLM:D 


Kakak lagi suka baca Diary of A Wimpy Kid

Setelah delay 30 menit, kami dipersilakan naik pesawat. Kami yang jarang banget naik full airline service ini, langsung norak donk liat-liat video, games, dan foto-foto! Mr.husband ketika web check-in memilih 4 kursi di tengah, kanan dan kiri kami kursinya satu baris tiga. Eh iya, kenapa ya kalau pesawat kaya KLM atau Lufthansa itu sudah "on" tv nya bahkan ketika taxi? Dari pengalaman saya, Garuda baru nyala inflight entertainment-nya setelah take off.

Inside KLM

"Aku lapar!", Kiddos#2, our drama king as always, udah mulai minta makan sesaat setelah pesawat take off. Padahal kami baru aja makan malam di bandara sebelum naik pesawat! Saya bujuk aja, minta Dede untuk sabar. Kali kedua ia berkata, "Aku lapar banget nih!", saya mulai penasaran kenapa ini minum dan makan kok enggak keluar-keluar. Sesungguhnya saya juga haus! Hehehe.

Akhirnya saya melihat pramugari dan pramugara berpakaian ala chef mondar-mandir. Wuidih keren banget, mereka ganti baju! *maafkan, kalau saya norak:p

Dan mulailah kami dibagi makan malam super lengkap. Padahal sebelumnya kami underestimate. "Paling juga sandwich" kata mr.husband. Ternyata ini yang kami dapatkan. Ohh KLM, I love your food!


Nasi goreng ala KLM

Perjalanan hampir 2 jam itu sangat nyaman dan cepat kami lalui. "Coba ya kita ke Jepang naik KLM, pasti seru deh" kata Kiddos#2 ketika pesawat mendarat di Kuala Lumpur. "Enggak ada De, KLM ke Jepang" jawab saya. "Nanti aja De, kalau ke Belanda pakai KLM ya!" saya melanjutkan seraya melirik mr.husband. Hahahaha, beban berat banget ya jadi mr.husband

Tapi pengalaman naik KLM pertama kali untuk kami sekeluarga ini memang sangat berkesan dan menyenangkan. Satu lagi maskapai yang sudah berhasil memenangkan hati our Kiddos. "Nanti kita naik KLM lagi dari Kuala Lumpur ke Jakarta, sekarang kita nginep dulu di Tune ya!" Kedua Kiddos pun berdiri meninggalkan kursi nyaman KLM, "Bye KLM" kata mereka ketika kami memasuki garbarata pesawat menuju KLIA airport. Saya berbisik dalam hati, tot ziens KLM!


Things to note:
Harga tiket pesawat Air Asia Jakarta ke Kuala Lumpur untuk periode akhir tahun itu mahal banget! Secara hub nya di Kuala Lumpur, jadi mau ke Australia, Jepang, Hong Kong, semua orang Indonesia harus ke Kuala Lumpur dulu kan?
Saran saya, kalau memang mau liburan akhir tahun 2016 via Kuala Lumpur, pantengin aja promo KLM. Tiket kami ini dibeli bulan Februari 2015, dengan harga USD500 untuk empat orang.



written on December 27, 2015 by @tesyasblog (using wifi in our friend, Tari's apartment at Yoyogi, Tokyo).



Previous Post:

16 comments:

  1. Salam kenal Bun... Kalau naik KLm sampai di KLIA 1 sekitar jam berapa ya ? Dan apakah pengambilan bagasi ada di tempat yang sama atau harus naik semacam kereta express lagi ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Shinta, setelah turun pesawat, kita naik kereta dulu menuju area imigrasi dan pengambilan bagasi.
      KLM nya kan jam 7.30 malam ya, sampai KL nya jam 10.30 waktu Malaysia.

      Delete
  2. beli tiket promo KLM nya via www.klm.com/indonesia kah mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak, iya aku booking via web KLM.

      Delete
  3. hai salam kenal, Saya pya rencana ke Brunei, tpi tiket RBA cukup mahal, dan saya dapat alternatif CGK-KLIA (KLM) ~ KLIA2-BWN (airasia). apakah transitnya ribet ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mas Dede, gambarannya begini (karena ribet atau enggak relatif, kalau kata saya sih dinikmatin aja hehe):

      1) Sampe di KLIA, proses imigrasi, ambil bagasi, lalu naik KLIA airport train ke KLIA2. Harga tiketnya MYR2.
      2) Sampe di KLIA2, naik escalator ke departure hall, masuk ke international departure, kemudian imigrasi lagi, lalu ke gate nunggu pesawat. Eh iya kalau ada bagasi, berarti sebelum masuk international departure, drop baggage dulu di counter Air Asia.

      Begitu Mas, semoga lancar perjalanannya ya.

      Delete
  4. Hi mba salam kenal. Saya besok akan berangkat ke KL by KLM take off jam 18:45 kemudian lanjut ke Turki by Emirates take off jam . Mohon infonya apakah KLM sering delay? & apakah terminal KLM dengan Emirate 1 tempat apa beda terminal mba? saya khawatir kalo KLM delay dari suta, sampai di kl kita bakal pecicilan ke emiratenya.
    Mohon pencerahannya ya mba. Terima kasih. Yoke

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Yoke, I am in Istanbul at the moment. Baru nyampe kemarin.

      Cuman mau share, saya dari Jakarta pake MAS, kemudian lanjut Qatar Airways. Alhamdulillah ternyata mereka satu code share, jadi luggage kami di tag di Jakarta dan ketemu di Istanbul.

      Apakah KLM dengan Emirates ada kerjasama? You should check it.

      KLM saya naik terakhir Mei 2016 dari Jkt ke KL, delay hanya 30 menit. Nanti di KL punya waktu berapa jam sampe dengan flight Emirates? Kemarin saya 4 jam antara flight. Dan ya itu bersyukur banget enggak harus keluar terminal dan masuk lagi. KLM dan Emirates satu terminal.

      Btw di airport Turki rame banget imigrasinya (: Semoga lancar ya perjalanannya.

      Delete
  5. Hi mba salam kenal,
    Saya mau tanya untuk sistem pembayaran di website KLM hanya bisa pakai kartu kredit ya ?
    Mohon bantuannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mas, maaf banget saya enggak tau metode pembayaran yang lain, saya taunya cuman credit card. Tapi mungkin bisa di telepon ke kantor KLM di Jakarta, or tanya via akun FB nya yang KLM ID.

      Delete
  6. Halo mba tesya, salam kenal...
    Mau nanya yg dapet makan dan ada TV nya itu penerbangan KLM kelas ekonomi ato bisnis?
    Dan unt penerbangan yg Transit ato bisa yg hanya direct langsung ke KL nya saja yah?
    Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak, salam kenal juga..
      Semua full airline service dapet tv dan makan kok Mba kelas ekonominya, termasuk KLM.

      Penerbangan long haul dari Jakarta ke Amsterdam, transitnya di KLIA. Kalau penerbangan dari Jakarta ke Paris, transitnya di Changi Mbak.

      Delete
  7. Hai mba Tweya mau tanya... mengenai makanan bagaimana? Secara kami muslim.. saya rencana mau ke KL - Jakarta PP naik KLM, apakah makanan mesti disebutkan kita mau apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, makanannya saya lupa bisa pilih Moslem Meal enggak ya pas beli tiket. Coba nanti Mba pas beli tiket, pilih ya. Dan makanannya cuman snack kaya curry puff gitu.

      Delete
    2. Wahhh ini tiketnya udah dibeli.. waktu beli gak ada tulisan pilihan makanan sih..

      Delete
    3. Oh ya udah Mba, coba Mba kirim message ke FB KLM Indonesia deh, mereka fast response kalau lewat FB. Tanyakan saja bagaimana cara memesan moslem meal nya.

      Delete