Liburan Keluarga ke Garut

Saya terakhir kali ke Garut saat hamil Kiddos#1, yang artinya 8 tahun yang lalu. Sebetulnya saya ini punya hubungan khusus dengan Garut. Kakek dan Nenek saya adalah orang Garut yang tinggal di Bandung. Waktu tempuh kedua kota ini sekitar 1-1,5 jam saja.

Sewaktu kecil, sering banget saya ke Garut. Mudik pas lebaran pun kami ke Garut. Kemudian kemacetan di Nagrek membuat saya trauma. Saya melihat bagaimana truk-truk harus ditahan dengan batu karena mereka tidak kuat naik di tanjakan nagreg. Sementara mobil saya di belakang truk itu, serem!

Entah berapa kali saya tolak request mr.husband untuk menginap di Cipanas Garut. But this time saya butuh refreshing, I really needed one. Aah lebay! Jadilah saya "iya"-kan ajakan mr.husband ke Garut, karena saya gagal mendapatkan hotel di Puncak.

Kembali ke Kampung Sumber Alam


Kami berangkat jam 07.30 dari rumah. Di jalan, saya baru sempat transfer DP kamar ke Kampung Sumber AlamDari dulu kami memang selalu menginap di sana. Dan ketika mengintip website mereka untuk mencari nomor telepon, saya melihat sekilas keadaan resortnya masih terawat. Jadi saya putuskan kembali ke Sumber Alam, sekalian nostalgia:D

"Tipe bungalow harganya 857 ribu termasuk makan pagi dan malam Bu" begitu penjelasan Pak Budi, staff Sumber Alam di ujung telepon. Saya bertanya lebih lanjut, "Termasuk kedua anak kami, Pak?" Dan dijawab iya. Wah saya cukup amazed dengan harganya yang termasuk makan. Saya langsung confirm memesan kamar tipe bungalow sesuai saran Pak Budi. Katanya kamar ini cukup untuk dua dewasa dan dua anak. Itu baru katanya loh.

Sebelum memasuki Garut, kami menyempatkan untuk mengunjungi Candi Cangkuang. Saya pernah kesana, dan karena pengunjung harus naik perahu untuk mencapai candi, saya yakin Kiddos akan suka. Cerita lengkap tentang kunjungan Candi Cangkuang silahkan lihat di sini ya.

Di pintu gerbang kawasan wisata Candi Cangkuang
Wefie di rakit

Tiba di Kampung Sumber Alam jam satu siang, kami sudah bisa langsung check-in. Kami mendapatkan bungalow nomor 2 yang berlokasi di depan kolam renang. Kondisi bungalow sudah lumayan tua, tapi masih acceptable. Cuman, ya ranjangnya paling cukup untuk saya dan kedua Kiddos saja.


Penampakan bungalow kami dari luar
Karena kepepet, kami cukup juga tidur
ber-empat di ranjang ini:D


Ternyata mereka memiliki area baru di bagian belakang resort, yang terdiri dari bungalow yang nampak lebih bagus. Memang rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau:D Lain kali jika ada rezeki lagi untuk liburan ke Garut, saya akan memilih bungalow tipe baru, dengan nomor 15-40. Walaupun memang lokasinya jauh dari kolam renang. Review detail tentang Kampung Sumber Alam akan kami post di tesyasblog ya.

Bungalow baru yang berada di bagian belakang Kampung Sumber Alam


Karena matahari bersinar terik saat kami tiba, kami minta Kiddos berendam di kolam yang ada di kamar mandi. Setelah itu mereka tidur pulas, mungkin capek setelah roadtrip dari Jakarta ke Garut selama 4 jam. 

Sorenya kami berendam di kolam renang dengan kategori air hangat (bukan panas). Kolam renang ini buka hingga jam 10 malam. Tapi kami tidak berenang di malam hari, karena angin malam di Garut yang dingin.

Pemandangan ke kolam renang dari bungalow kami

Kami makan malam (buka puasa) di restoran yang terletak tidak jauh dari kolam renang. Ternyata, makan malam kedua Kiddos harus kami bayar Rp 80 ribu per-anak. Aduh kami di PHP-in nih! Saya kemudian melakukan negosiasi ala emak-emak. Saya menanyakan apakah kupon sahur kami bisa ditukar dengan kupon makan malam untuk kedua anak kami. 

Alhamdulillah bisa, jadi kami tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan. Toh untuk sahur saya dan mr.husband minum air putih saja. Kami tinggal membeli makan sahur untuk Kiddos.

Restoran di Kampung Sumber Alam


Untung aja boleh tidak bayar, karena rasa dan variasi makanan nya STD banget. Setelah sholat Magrib, saya pun mengajak mr.husband untuk minum Es Goyobod di Alun-alun Garut. Rasa Goyobod nya tidak seenak dulu, entah kenapa.

Nostalgia minum Es Goyobod
Seger :))

"Mau kemana lagi nih?" tanya mr.husband bersiap-siap menyalakan aplikasi waze. Saya pun mengajaknya makan malam ronde kedua di Nasi Liwet Asep Stroberi yang berlokasi tidak jauh dari Cipanas.

"Aaah, Bundu...aku mau ke hotel" rengek Kiddos#2. Saya pun membujuk mereka dan berjanji akan makan cepat. Untungnya ada wi-fi di Asep Stroberi, sehingga mereka pun betah:D


Paket Nasi Liwet untuk dua orang,
gile banyak bener!


Malam itu kami pulang ke hotel kekenyangan. Kami duduk-duduk di balkon kamar sambil melihat ke arah kolam renang dan mendengar percikan air di kolam ikan. "Kok damai banget sih disini?" tanya Kiddos#1. Ternyata ia pun sudah bisa merasakan apa artinya damai.

Satu hari berada di Garut rasanya udah refresh, jauh dari keramaian shopping mall yang dipenuhi orang karena baru mendapatkan THR (begitulah yang saya baca lewat social media). Sementara di Cipanas Garut sepi, tenang dan betul kata Kiddos#1: damai.



written on July 5, 2015 by @tesyasblog

8 comments:

  1. Belum kesampean ni ke garut..liat postingan ini jd makin ngiler ksana ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasa deh, kalo deket malah enggak pergi aja ya Bubu.
      Ayo dicobain roadtrip dari Jakarta ya Bubu.

      Delete
  2. Baca ini jd kangen banget sama Garut. Orng tuaku dua2nya dr garut jd tiap tahun pasti ke sana. Makanannya bener2 ngangenin. Goyobod, liwet, kupat tahu, surabi dll. Biasanya cepet bosen kl di garut, smntara ortu sibuk reunian aku dan kakak-adik ga ada kerjaan di rmh. Tp thn lalu sempet jalan2 ke kebun teh dan kampung naga. Sayang thn ini aku ga lebaran sm keluarga. Huhu jd sediihhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hei, ternyata dirimu juga orang Garut:) Nah itu kemaren nyari kupat tahu, kemudian lupa dimana.
      Enggak apa-apa kan kali ini lebaran sama Mickey Mouse aja Kak hehe...

      Delete
  3. coba ke kampung sampireun mba, pilih yang di danau, pasti anak2 suka karena bisa naik sampan dan kasih makan ikan, cuma emang agak jauh sih, bisa buat hanimun jg kok... hehhehee...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kak, pengen ke Kampung Sampireun, mudah2an kesampaian hehehe..

      Delete
  4. Mba Tesya, ditunggu review d bungalow 15-40 nya yaa..
    :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..iya nih Mas, pengen ke Garut lagi..

      Delete