Perlukah Mengunjungi SEA Aquarium Resort World Sentosa?


Saya heran sewaktu teman saya @alisahaqiqi "keukeuh" ingin mengunjungi SEA Aquarium pada saat kami merencanakan family trip ke Singapura bulan April 2014 yang lalu. Halah, saya pikir aquarium sih di Sea World Dufan aja deh. Alisa ketika itu bahkan memilih SEA Aquarium dibandingkan Legoland. Ternyata setelah saya mengunjungi SEA Aquarium, percaya deh, tempat ini wajib Anda kunjungi bersama keluarga. This place is amazing!


Anda sudah membaca cerita sebelumnya mengenai Family Backpacking ke Singapura Tanpa Suami ?  Yuk kita lanjutkan ceritanya ya, bagaimana kami bertiga having super fun di Resort World Sentosa. Pada tulisan ini saya ingin menjawab pertanyaan Anda yang masih ragu mengenai: "Is SEA Aquarium worth a visit?"

Ini kali pertama kami ke Resort World Sentosa atau selanjutnya saya singkat RSW. Iya, kali pertama! Jadi saya excited banget karena ingin tau seperti apa sih dalamnya RWS ini. Saya udah siap dengan kamera Sony, Go Pro, dan smartphone S3 tercinta. Kehebohan saya jalan bertiga dengan kiddos harus saya imbangi dengan foto-foto, upload ke Path, instagram, FB dan twitter @tesyasblog. Hehehe... yah, gitu deh. Bundu Kiddos kan musti eksis:D

Welcome to SEA Aquarium


Saya awalnya berencana langsung masuk USS. Namun kiddos malah lebih tertarik mengunjungi SEA Aquarium terlebih dulu. Mereka melihat poster SEA Aquarium dimana-mana, termasuk poster berbentuk shark ini. Ya udah, saya ikuti aja deh. Terlebih karena udara yang super panas, jadi kayanya emang enak ngadem dulu di SEA Aquarium.

Tampangnya kiddos serem banget kaya shark:p

Baiklah, challenge pertama yaitu ketika saya antre membeli tiket anak untuk SEA Aquarium for kiddos#2. Tiket complimentary saya pergunakan untuk saya dan kiddos#1. Loket tiket terletak di luar, panas pula. Saya minta mereka berteduh di tempat yang saya bisa lihat, dengan tambahan pesan "jangan kemana-mana ya"

Mereka mulai enggak sabar dan teriak dari jauh, "Bun, boleh enggak aku masuk duluan?". I would do the same if I were the kids. Dari tempat membeli tiket udah terlihat pintu masuk. Tapi saya tetap tegas menjawab NO. Lah, saya aja enggak tau dalamnya seperti apa, saya harus mencari mereka kemana kalau hilang (lagi)? Jadi saran saya, jika Anda ingin masuk ke SEA Aquarium, belilah tiket secara online ya.

Tickets booth untuk SEA Aquarium

Masuk ke gedung SEA Aquarium, kiddos sangat menikmati beberapa miniatur huge boats yang ada di sana. Dan akhirnya mereka lama memainkan sebuah mesin yang terhubung dengan TV berisi cerita dari kehidupan di masa lalu. Memang keren, saya mendampingi mereka menceritakan kembali dalam Bahasa Indonesia.

Konsentrasi mendengarkan cerita


Kami pun menyerahkan tiket kepada petugas, dan memasuki area The Maritime Experential Museum. Rupanya sedang berlangsung pameran mengenai Maritime Silk Route, termasuk di dalamnya dipamerkan mengenai kain khas dari Palembang.


Untungnya enggak ada antrian masuk gerbang SEA Aquarium


Kami terus berjalan dan turun eskalator menuju SEA Aquarium. Hal pertama yang ingin dilihat Kiddos tentunya masuk ke lorong aquarium raksasa. Mereka berlari ingin segera masuk dan heboh deh di dalamnya melihat ikan besar-besar. 

Area ini bernama Shark Seas, kereeeen banget! Tapi lantainya bukan merupakan travelator seperti di Sea World Jakarta. Sewaktu saya confirm ke Kiddos, keren SEA Aquarium atau Sea World? Jawabannya keren SEA Aquarium, dan saya pun sependapat.


Kiddos udah enggak sabar pengen masuk
Wow...asyik liat aquarium raksasa!


Kami berjalan lagi dan mendapati sebuah glass bottom floor, wuidih langsung deh mereka jongkok tanpa komando:p Jangankan mereka, saya aja suka kok. 


Ikan di bawah kaki kiddos


Selanjutnya, Kiddos antre di Discovery touch pool. Anak-anak diperbolehkan memegang bintang laut di dalam suatu wadah yang berisi air. Karena tangan mereka tidak akan cukup menggapai bintang laut di dasar kolam.


Memegang starfish di touch pool area


Selanjutnya kami istirahat di area cafe dekat Dolphin Island, pas jam makan siang juga sih jam 12.30. Kami membeli minuman, ice cream dan hot dog untuk makan siang. Harga hot dog nya SGD 6, sedangkan ice cream, minuman, dan buah masing-masing sekitar SGD 3-4. Tersedia beberapa meja tanpa kursi di depan cafe, namun karena kaki mulai terasa pegal, kami memilih duduk di bawah bersama beberapa keluarga yang lain.

Setia menanti Dolphin mendekati jendela kaca
Makan siang dulu sambil liat Dolphin


Selesai melihat Dolphin sambil makan, kami beranjak lagi ke area Sea Jellies dan akhirnya tiba di Open Ocean. Ini adalah area favorit kami dan rasanya area favorit semua pengunjung. Kami bisa berada sangat dekat dengan ikan, duduk di atas karpet tebal sambil mengagumi Open Ocean dan ikan yang bergantian mendekati aquarium.


Enjoying the show at Open Ocean
Up close and personal with the fish!


Kiddos minta mencoba cotton candy seharga SGD 4. Saya perbolehkan mereka mencoba satu. Mereka tidak pernah membeli cotton candy sebelumnya, dan untungnya mereka enggak suka:p Kami duduk di lantai paling bawah agar bisa menikmati aquarium dari dekat.

Our fave place: the Open Ocean


Karena ruangan yang gelap, di SEA Aquarium ini relatif "aman", kedua Kiddos tidak pernah jauh dari saya. Namun drama kehilangan Kiddos tetap terjadi. Salah satu hal yang pernah Rene tanya sebelum kami berangkat, "Kalau mereka ke toilet gimana?" Saya jawab, "Ya gantian aja.." Terdengar santai dan meyakinkan, ternyata prakteknya tetep menimbulkan drama!

Di Open Ocean ini Kiddos#2 minta ke toilet untuk "ritual harian", saya minta Kiddos#1 menunggu di luar. Setelah selesai, gantian deh Kiddos#1 yang ingin menyelesaikan "ritual" nya. Gantian saya minta Kiddos#2 yang menunggu di luar. Setelah kami keluar toilet, yah Kiddos#2 udah ilang lagi aja! 

Kami berdua mencari dalam gelap, dan ternyata ia tengah asyik menikmati Open Ocean. Pada foto di bawah ini, Kiddos#2 terlihat di paling kiri bawah. Phew, untung ketemu!


Tempat ini membuat saya kangen pengen balik lagi ke SEA Aquarium


Akhirnya setelah menghabiskan sekitar 3 jam di SEA Aquarium, barulah mereka mengajak saya "Ayo Bun, kita ke USS" Saya melirik jam, sudah 14.30. Telat banget mau masuk USS bukan? Tapi enggak apa-apa deh, namanya juga belum pernah. Kami melewati Shark Seas sekali lagi dan mendapati beberapa diver tengah berada di dalam.

Seorang diver membalas lambaian tangan kami, semoga menjadi pertanda suatu saat kami bisa kembali lagi bersama Rene untuk menikmati the amazing SEA Aquarium. 




Bye SEA Aquarium, 'till we meet again soon



Disclaimer: the two tickets are complimentary from Resort World Sentosa, however the opinion are ours. Thank you SEA Aquarium!



written on July 5, 2014 by @tesyasblog


Next Post:
3 Jam Saja Bermain di USS


16 comments:

  1. ihhhh liat fotonya kayaknya emg lbh keren yg ini mba..drpd yg di ancol #YaiyalahSingapurGetoooo ;p Juni kmrn aku jg br dr sana, tp samasekali ga kesitu... next de... kyknya itu negara, walo kecil imut2, tp ga bisa didatangin cm sebentar yaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Fanny, iya ternyata lama banget aku spend di dalam, bikin betah. Recommended pokoknya Fan :)

      Delete
  2. Mba Tesya, klo ngeliat foto2nya kok mirip sama Seaworld ya, kasitau dong mba knp kita mesti datengin sea aquarium ini *masih gak mudeng* hehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe Kak Nanda... kalau udah didatangin, berasa kok beda nya sama Sea World:D Walaupun menurutku Sea World juga keren.
      Di SEA Aquarium ini, aquarium nya lebih banyak, dan area Open Space nya itu, di Sea World ga sebesar ini. Coba ya didatangin, and nanti tell me what you think of SEA Aquarium hehehe..

      Delete
  3. Hi Kak Tesya,

    SEA Aquarium mmg tempat yang menarik buat anak-anak untuk belajar dan mengasah rasa ingin tahunya. Selain designnya yang menarik, banyak jenis biota laut yang bisa dilihat juga.

    Oh ya kak, nitip lapak buat teman-teman commenter yang pengen tiket SEA Aquarium ya, bisa langsung kemari:
    http://www.qemana.com/tiket-sea-aquarium-singapore.html
    Selain, menghindari antrian yang panjang dan panas, harganya juga mural dari online booking RWS.

    Makasih kak tesya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap, thanks infonya. Semoga bisa jadi alternatif untuk pembaca blog tesyaskinderen.

      Delete
  4. Baru beberapa minggu lalu dari sini kak. Rasa ingin tahunya terpuaskan, apalagi dengan 'big screen' akuarium utama itu. Hmm.. cukup bedalah ya dari Sea World kita yg terasa lembab hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bob aku baru baca postingmu, keren kan ya. Worth it lah dengan harganya yang mihil ya hehehe :)

      Delete
  5. Mbak Tesya,
    Tempat makannya banyak pilihan ga ya? Trus kalau kita mau bawa mkanan dari luar apa boleh?
    Thanks ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Nina, kalau yang di cafe nya cuman refreshments aja, paling ada sandwich dan hot dog. Enggak boleh bawa makanan dari luar Mba. Kalau mau makan serius ada restoran juga sih di dalemnya.

      Tapi waktu itu aku masuk tanpa diperiksa tas sih Mba. Kalau mau coba hehe..

      Delete
  6. Wah seru sekali ya, tempatnya mirip Seaworld! Anak2 pasti akan suka jika punya akuarium dirumah. Sekalian agar mereka belajar bertanggung jawab merawat ikan dan akuariumnya sendiri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih Pak udah mampir.

      Delete
  7. haii mb.
    mb mo tnya dunk S.E.A ini beda ga seh sama underworld nya ya?


    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Jane, beda Mba. Kalau Underwater world di Sentosa Island nya, dan udah lama ada. Kalau SEA di Resort World Sentosa, dan lebih baru. Banyak yang bilang bagusan SEA, tapi aku belum pernah ke Underwater World sih Mba.

      Delete
    2. Kalau dilihat dari capture foto nya Mba, bagus SEA Aquarium ini, Underwater World tidak sebesar ini, Jadi pengen bawa kids bulan depan kesana nih, bagus sepertinya...

      Delete
    3. Iya Mba, SEA Aquarium bagus kok..

      Delete