Mengajukan Visa Australia Untuk Anak

Merencanakan liburan ke luar negeri itu menyenangkan, kecuali urusan mengajukan visa. Setuju? Entah kenapa rasanya selalu terasa ribet, padahal sebetulnya sih biasa aja. Belum lagi, rasa tegang yang melanda setiap kali masuk ke kantor Visa Application Centers.

Kali ini, saya dan Rene sudah memiliki visa Australia. Tinggal kiddos yang harus mengajukan visa. Kami mempunyai target untuk mengajukan visa di awal bulan November, agar punya cukup waktu hingga waktu liburan tiba (akhir Desember).

Karena kebetulan ada meeting di daerah Kuningan, saya menawarkan diri kepada Rene untuk memasukan aplikasi visa ke kantor Australian Visa Application Centers (AVAC) yang berlokasi di Kuningan City, lantai 3. Tapi kali ini saya kurang beruntung, karena dokumen yang saya bawa kurang lengkap.

Tempat pengajuan visa Australia, New Zealand dan UK


Dokumen Yang Diperlukan

"Ibu sudah mengisi Form 1229?" tanya petugas seraya menyerahkan form tersebut. Setelah membaca tujuan form itu, saya bertanya, "Mba, tapi kan saya tetap pergi dengan anak-anak saya" karena tertera pada form 1229 mengenai non-accompanying parents. Namun ternyata saya salah persepsi, semua anak di bawah 18 tahun, harus menyertakan form ini untuk mengajukan visa. Baiklah, jadi saya keluar ruangan dengan gontai, dan bertekad kembali esok hari setelah form 1229 ditandatangani oleh saya dan Rene.



Selain form 1229, dokumen yang wajib ada saat mengajukan visa Australia untuk anak adalah:
- Akte kelahiran
- Kartu keluarga
- Foto copy passport anak dan orang tua
- Keterangan dari sekolah (jika anak sudah sekolah)
- Bank statement dan rekening koran tabungan orang tua
- KTP orang tua yang memasukan aplikasi

Saya juga menyertakan "tambahan" dokumen lain yaitu:
- Tiket pesawat PP
- Booking apartemen Airbnb dan hotel
- Itinerary selama kami disana
- Visa Australia kami 

Penyerahan Dokumen Ke Kantor Avac

Keesokan harinya, tanggal 6 November, saya kembali ke kantor AVAC, kali ini pake acara macet dari kantor, sehingga saya baru bisa tiba jam 15.10, padahal AVAC tutup jam 4 sore. "Udah sampe nih, aku valet aja ya" saya chat Rene, dan segera berjalan cepat ke arah lift seraya mematikan handphone.

Tiba tepat 45 menit sebelum kantor AVAC tutup, saya mendapati kantor yang super sepi. Hanya ada tiga tamu yang mengajukan visa. Begitu memasuki ruangan, saya langsung dipanggil oleh petugas di meja depan. Ia langsung memeriksa dokumen-dokumen yang saya bawa.

Dokumen saya yang kurang lengkap adalah fotocopy paspor orangtua dan KTP saya. "KTP ini saya minta dari yang mengantarkan dokumen saja Bu, jadi KTP ayahnya tidak usah" begitu penjelasan dari pertugas AVAC yang ramah. Saya pun mem-foto copy dokumen tambahan di counter foto copy yang ada di depan AVAC.

Setelah selesai di meja depan, saya langsung menuju counter penyerahan aplikasi. Disana saya diminta membayar biaya pengajuan untuk dua orang anak sekitar Rp 3,4 juta termasuk surcharge 3% karena saya membayar dengan credit card.

Semua urusan sudah beres, saya pun pulang dan mulailah penantian menegangkan itu. Saya tinggal menunggu visa dikirimkan melalui email.

Sebelum pulang, saya melirik counter pengajuan visa UK, dan berharap akan segera memasukan aplikasi ke sana *lirik mister husband:D

Email Dari Immigration Officer Kedubes Australia

Tanggal 19 November yang lalu, saya menerima email dengan judul "Visa Decision Letter". Wah..dengan perut yang terasa langsung mules, saya membuka email dan langsung lega ketika membaca "Your visa application for Australia has been approved"

Alhamdulillah :)


written on November 22, 2014 by @tesyasblog


Related Post on tesyasblog:

16 comments:

  1. assyyiiikkk nyaaa ... iya yg aku dgr petugas visa aussie ini ramah2..beda ama petugas yg ngurusin visa india, ama Jerman kmrn aku apply jg galak.. ga ngerti deh knpa mrk hrs galak... sama2 org Indo juga..mungkin mrk syirik cuma bisa ngurusin visa org :D

    pgn deh k aussie... cuma emg blm ada rencana utk kesana... pgn nyobain Tower of terror nya mba :D hahaha seruuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo Fan direncanakan:)
      Wah aku malah ga tau Tower of Terror. Dimanakah itu?

      Delete
  2. Mbak tesya,klo ajukan visa liburan ke aussie utk saya suami dan anak,syaratnya sama?apakah kami harus ajukan satu persatu? Atau bisa diwakili oleh suami saja utk mengurus visa? Terimakasih mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba Christin, untuk ke AVAC nya tidak perlu hadir semua, bisa diwakilkan kok. Tapi formulirnya diisi masing-masing ya Mba. Semoga lancar pengurusn visanya ya.

      Delete
  3. Hai mbak Tesya, aku dapat surat keterangan sekokah anakku bahasa indonesia, masalah gak ya mbak? Thx ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm, kayanya harus in English deh Mba. Tapi enggak apa-apa sih, coba aja dilampirkan ya. Semoga lancar pengurusan visanya.

      Delete
  4. Mba tesya, need your advise yaa...utk formulir atas nama anak tersebut siapa yg tanda tangan ya? Apakah orang tuanya yg tanda tangan?

    Saya baru mau mengajukan visa bersamaan utk saya, suami dan 2 anak, apakah kira2 form 1229 tsb masih dibutuhkan juga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, yang tanda tangan Ayah dan ibunya (kalau enggak salah ya). Soalnya waktu itu sampai aku kembali lagi, karena belum ttd ayahnya. Form nya masih dibutuhkan Mba. Disiapkan aja daripada bolak-balik kalau kurang kan.

      Delete
    2. Thanks yaa mba tesya infonya, btw visa baru saya ajukan pagi ini, ternyata form 1229 tersebut tidak perlu dilengkapi karena pengajuan visa kedua orang tua dilakukan bersamaan dengan si anak. Wish us luck ya mba :)

      Delete
    3. Makasih Mba infonya...semoga lancar ya Mba pengajuannya:)

      Delete
  5. Malem Mba Tesya, mau tanya dong, KTP Akte dan sebagainya, apakah perlu ditranslate pake bahasa inggris juga? aku baru mau ke AVAC besok pagi nih.
    btw, aku KTP biasanya sudah mati, tapi sudah 6 bulan lebih Ektp aku belom jadi, bagaimana ya mba? so far sih aku di formulir tulis no ktp yg dulu, sambil menyertakan surat pendukung bahwa ektp aku masih dalam proses. mba punya pengalaman spt saya ga ya?

    terima kasih mba Tesya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak, tidak perlu di translate, dibawa aja KTP nya.
      KTP dipakai untuk diverifikasi di meja depan kok. Enggak apa-apa, enggak dilampirkan menjadi syarat pengajuan visa kan ya Mbak?

      Delete
  6. haloo wah helpful sekali ya infonya. kebetulan ini lagi masuk2 in amplop buat dokumen visa aussie hehehe. wish us luck ;). oh ya, isi form 1419 itu alamat apakah pakai jalan atau street ya? lalu kalau tempat asal apakah saya tulis cthnya sulawesi selatan ataukah south sulawesi? thanks yaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pakai Jalan aja Mas, kemudian tulisan Sout Sulawesi aja.
      Good luck ya Mas.

      Delete
  7. Nambahin mba tesya, kmrn aku pas submit visa jg blm punya e-ktp (blm jadi), jd aku lampirkan copy ktp lama dan copy surat keterangan e-ktpnya masih dlm proses

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you Mba Astri infonya, semoga lancar ya pengajuan visanya.

      Delete