Mengunjungi Goreme Open Air Museum di Cappadocia


Kayanya nih ya, sepanjang pengalaman kami membawa kedua Kiddos masuk ke dalam museum, bisa dikatakan ini adalah museum paling unik yang pernah kami kunjungi. Namanya "Goreme Open Air Museum", berlokasi tidak jauh dari pusat kota Goreme, Cappadocia.

Dari namanya sudah terbayang bahwa museumnya memiliki konsep outdoor. Tapi sayangnya saya tidak sempat riset ada apa saja di dalam museum ini. Saya tidak ada bayangan sama sekali seperti apa penamapakan Goreme Open Air Musuem. Upon arrival, museum ini membuat saya terpana, terutama saat melihat pemandangan di sekelilingnya.

Serasa di negeri dongeng...

Tapi jangan salah, kami berkunjung saat musim panas. Dan itu panas bangeeet (: Bahkan keberadaan pohon pun bisa dihitung dengan jari! Perlengkapan saya tentunya paripurna: sunblock 50 SPF, topi, kacamata, bahkan jacket. Yang mana saat saya posting tulisan ini, baru deh mikir, ngapain juga ya saya waktu itu pakai jacket?:D


Sehari sebelumnya, kami sudah membeli tiket masuk ke Goreme Open Air Museum seharga TL25 per orang. Tiket untuk kedua Kiddos gratis. Namun karena terlalu sore, kami hanya mengunjungi gereja yang ada di bagian luar kompleks museum, atau tepatnya berada di pinggir jalan raya.

"Do not use your camera inside!" petugas mengingatkan kami. Tapi kami terlanjur sudah mengambil gambar dengan Go Pro:p Entahlah petugas sempat melihat atau tidak, namun ia tidak meminta foto yang ada di Go Pro untuk dihapus. Saya posting gambarnya disini ya, namun sebetulnya tidak boleh foto di dalam gereja.

Kesan pertama saya adalah: "luar biasa melihat gua batu yang di dalamnya terdapat gereja dengan gambar-gambar di dinding gua. Gimana itu jaman dulu mereka membuatnya ya?" Namun ini hanya satu gereja loh, ternyata di dalam Goreme Open Air Museum, ada banyak gereja di dalam gua yang kami temukan.


Gereja di jalan raya, merupakan bagian dari Goreme Open Air Musuem


Setelah sarapan di hotel, keesokan harinya kami langsung berangkat dari Kelebek Cave Hotel ke Goreme Open Air Museum. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 10 menit dengan mobil, termasuk untuk mencari parkir.

Museum masih sepi pagi itu, kami menyerahkan tiket yang dibeli hari sebelumnya, Alhamdulillah tiketnya masih berlaku. Petugas yang memeriksa tiket kami hari sebelumnya, hanya melihat tiket kami. Ia tidak scan barcode yang ada di tiket.


Pintu masuk menuju Goreme Open Air Museum


Kami kemudian masuk ke area museum dan sungguh saya terpana! Sejauh mata memandang, yang terlihat adalah caves yang dilengkapi dengan pintu dan jendela. Bingung harus memulai dari mana, akhirnya kami pilih gereja terdekat dulu.


Inside the Goreme Open Air Museum
Panas banget deh pokoknya...


Sebelum memasuki gua yang di dalamnya terdapat chappel, pengunjung dapat membaca mengenai gereja yang akan dimasuki. Ada empat bahasa yang tersedia.





Kedua Kiddos asyik memasuki lorong kecil di antara gereja, sementara saya dan mr.husband harus jalan hati-hati agar tidak kepentok dinding gua. Di setiap cave yang kami masuki, ada larangan mengambil gambar. Bahkan selalu ada petugas yang menjaga di mulut gua, dan sesekali mereka masuk melihat apakah ada yang mengambil gambar?

Ada beberapa bagian dalam yang kami foto dari celah-celah tiang:D (tapi jangan ditiru yah). Fotonya sengaja saya buat collage, karena banyak banget fotonya, dan saya tersiksa waktu milih-milih foto untuk tulisan ini. Oh, how I miss Cappadocia.


Kiddos were enjoying their visit to Goreme Open Air Museum



Kami tidak membaca satu per-satu tulisan mengenai gereja yang kami masuki. Namun tetap saja kami sangat menikmati keluar masuk caves. Semua gua yang kami masuki sangat unik dan very impressive.






Setelah semua gua di sisi kanan pintu masuk kami masuki, kami berjalan ke arah seberang. Gua-gua di sebelah kiri pintu masuk ini terletak di lantai atas. I don't really like stairs, jadi di banyak kesempatan saya nunggu aja di bawah, di tempat yang teduh tentunya hehe..


Mereka bertiga cuek aja duduk di bawah matahari yang terik...

Can you spot me down under in the shade area?:p
Semangat naik turun tangga



Highlight dari Unesco World Heritage ini salah satunya adalah gereja yang bernama Dark Church, sayangnya kami tidak sempat masuk ke dalam gereja tersebut. Pengunjung harus membayar biaya tambahan untuk masuk ke dalam Dark Church.

Setelah puas foto-foto dan mengingat semakin siang, matahari terasa makin menyengat, kami memutuskan untuk ngadem di kamar hotel. Goreme Open Air Museum ini bisa menjadi alternatif untuk yang tidak mengambil tour ke undergorund city di Cappadocia.

Saya tidak mengambil tour ke kota tua di Goreme karena tidak nyaman dengan ruangan kecil dan sempit di bawah tanah. Mengunjungi museum outdoor seperti ini sangat asyik, apalagi jika bepergian dengan anak. You know... buat mereka yang penting ada tempat luas untuk dijelajah, kan? 


Kiddos#2 at Goreme Open Air Museum

Kiddos#1 with Papap Iyang
Until we meet again, Cappadocia!




Travel begins with a dream, and I was lucky to visit one of my bucketlist, Cappadocia.


written on November 11, 2016 by @tesyasblog




Related Posts:









No comments:

Post a Comment