Australian Reptile Park dan Sunset di Echo Point Blue Mountains


Sydney Family Trip Day 9

Liburan kami yang santai dan menyenangkan di Newcastle harus kami akhiri, tiba saatnya untuk kembali melakukan roadtrip, kali ini menuju Blue Mountains, dengan terlebih dulu mengunjungi Australian Reptile Park.

Signage Australian Reptile Park ini sudah kami lihat saat melintas dari Sydney ke Newcastle, besar banget! Kami sudah tidak sabar untuk bermain di kebun binatang yang  meng-claim dirinya sebagai “the hands on zoo”.

Setelah 1 jam mengendarai our bumble bee, kami tiba di parkiran Australian Reptile Park sekitar pukul 09.30 pagi. Di parkiran sudah terlihat beberapa bus pariwisata. Biasanya tour dari Sydney ke Port Stephens akan mampir di Australian Reptile Park, sedangkan tour dari Sydney ke Blue Mountains akan stop sejenak di Featherdale WildlifePark. Keduanya menawarkan up and close experience with the Australian animals.

Kiddos dengan baby Tasmanian Devil


Sewaktu riset untuk membuat itinerary Sydney Family Trip, saya terkesan dengan Australian Reptile Park karena tempatnya yang memiliki taman luas, hutan dan binatang yang terlihat sangat sehat. Dibandingkang dengan family pass ke Taronga Zoo, tiket keluarga ke Australian Family Park ini jauh lebih murah. Perbandingannya AUD 124 dengan AUD 85 (iya karena Taronga Zoo ada di lokasi yang super premium tentunya!). Alhamduillah kami mendapatkan free family pass untuk menikmati kebun binatang yang sangat family oriented ini.


Setelah mendapatkan tiket, kami langsung masuk dan menuju area Spiderman Show. Di sebuah area khusus untuk laba-laba, petugas kebun binatang menceritakan mengenai spider, dan the do’s and dont’s ketika kita melihat laba-laba. Terdapat sebuah patung laba-laba raksasa dan beberapa permainan yang bertema laba-laba. Asyik deh pokoknya, enggak terasa kami sudah berada di area ini 30 menit.

Melihat laba-laba dari dekat

Selanjutnya kami menuju area taman dimana kami bisa bermain dengan Kangguru, melihat Tasmanian Devil, dan duduk-duduk di sekitar area piknik. Beberapa petugas memegang seekor binatang, dimana pengunjung dapat meraba binatang tersebut. 

Beneran deh "hands on zoo"
Meja piknik banyak tersedia disini, pengunjung diperbolehkan membawa perlengkapan piknik lengkap loh.

Kami melihat Tasmanian Devil show, dan juga yang paling hits tentunya Reptile Show. Seru banget main-main dengan binatang di Australian Reptile Park ini. Cerita selengkapnya akan tayang di tesyasblog.com ya.

Reptile Show yang menyenangkan


Ohya karena mood yang bagus (#eaaaa) saya rela mengeluarkan uang AUD40 untuk foto dengan koala dan tasmanian devil. “You can also take picture with Wallaby and snake if you add AUD20” kata petugas sebelum saya membayar. Tapi saya menolak, cukuplah foto dengan dua binatang Australia itu saja.

Punya juga nih foto dengan koala:)

Kalau Anda berencana pergi ke Port Stephens dari Sydney, Australian Reptile Park ini wajib dikunjungi. Kami ingin tinggal lebih lama, kalau saja tidak harus tiba di Leura, sebuah kota kecil di daerah BlueMountains tempat kami akan menginap satu malam. 

Isabelle, pemilik apartment yang kami sewa melalui airbnb.com akan pergi jam lima sore. “It would be perfect if you could come before 4pm” tulisnya di dalam kotak pesan airbnb. Jadilah kami meninggalkan Australian Reptile Park jam 2 siang, dan melakukan roadtrip sekitar 2 jam perjalanan.

Kami tiba di rumah Isabelle tepat waktu dan langsung disambut tuan rumah yang sangat ramah. Ia langsung mencium pipi saya, pipi Kiddos, dan meminta ijin ketika akan memeluk Rene, “Is it ok if I hug you?” katanya kepada Rene. She is adorable!

Isabelle juga menyiapkan mainan untuk Kiddos. Tuh ada yang langsung betah:D

Kamar yang kami sewa terletak di lantai satu rumah Isabelle, saya dan Rene langsung jatuh cinta ketika melihat rumah ini pertama kalinya. Terdapat satu tempat tidur utama dan dua twin bed di kamar yang lain.  

Sebetulnya apartment ini melebihi budget penginapan yang saya patok AUD150 per malam. Namun Emak Ade @travelingprecils iklas menjual voucher airbnb miliknya setengah harga. Aaah thank you Emak Ade! Jadilah apartment Isabelle ini saya sewa AUD150 per malam. 

Kami dapat menggunakan dapur di rumah Isabelle, dan keesokan harinya, ia menyiapkan sarapan untuk kami. Review lengkapnya terpisah ya di tesyasblog.com. Okei...banyak banget yang harus saya tulis di tesyasblog!:D

Sore itu kami ingin melihat apa saja yang ada di sekitar Leura, dan juga ingin mengunjungi air terjun bernama Wentworth Falls. Setelah sekitar 10 menit mengendarai mobil sambil melihat-lihat rumah kayu yang ada di Leura, kami menemukan Leuralla Toy and Railway Museum. Tapi sayangnya sudah tutup, jadi kami hanya main ke taman di depan museum. Kami harus membayar SGD2 per orang dan memasukan ke dalam pagar otomatis berwarna hijau.

Sayang sekali museum nya udah tutup

Ketika saya mencari receh di dompet, seorang Ibu warga Australia mendekati saya dan memberikan tips-nya: “You can get in with your Kids with one coin. I thing Kids should not pay anything to any of tourist attractions”. Saya setuju 100% tentunya! Hahaha. Akhirnya saya mengikuti nasihat sang Ibu, saya masuk dengan Kiddos#2 dan Rene dengan Kiddos#1, dan masing-masing hanya membayar SGD2.

Di dalam ternyata terdapat sebuah lookout berupa amphiteatre yang sangat indah. Lagi asyik-asyik foto selfie, eh ada yang mau gladi resik untuk married di taman ini. Kami pun melipir dan kembali ke mobil.

Ayo, siapa mau married di sini?

Rene melanjutkan perjalanan ke Wentworth Falls. Walaupun hari sudah sore sekitar jam 6, masih banyak pengunjung di sana. Kami akhirnya menemukan tempat parkir setelah menunggu mobil yang keluar. 

Terdapat beberapa pilhan tracking: menuju air terjun atau hanya sampai ke lookout. Karena berjalan kaki ke air terjun membutuhkan waktu dua jam pulang pergi, kami hanya memilih lintasan yang dapat kami tempuh dalam 20 menit saja. Iya kali sama Kiddos jalan dua jam?:p

Kali ini kami memilih short walk dulu aja deh

Kami masuk ke dalam sebuah hutan dan terus turun dengan jalan setapak yang kadang berupa tangga ke bawah. Saya turun sambil membayangkan “Beuh ini nanti naiknya pasti cape!”:D Tiba di lookout, masing-masing sibuk deh. Rene sibuk selfie, saya menikmati pemandangan, dan Kiddos main stick sambil tiduran. Halah!

... saking damainya, Kiddos pun tiduran:D


Air terjun terlihat di bawah sana, dalam hati saya sangat bersyukur Rene tidak mengajak kami jalan kaki ke tempat air terjun. Nah, air terjun nya tertutup Kiddos dan Rene di foto ini.  

Melihat air terjun dari tepian jurang, serem!

Setelah puas foto-foto, kami pun naik kembali ke area parkir. “Kita sekarang mau kemana? Pulang aja?” Saya melihat jam dan menyampaikan ide, “Ke Echo Point aja, liat sunset disana keren mestinya dengan cuaca cerah kaya gini!” 

Echo Point ini merupakan sebuah lookout untuk melihat batu The Three Sisters yang terkenal. Rene setuju dan langsung setting GPS ke Echo Point. “Nanti berhenti sebentar di city center Katoomba aja ya, cari makan malam terus piknik di Echo Point” saya menambahkan.

Sebetulnya tidak yakin apakah ada makanan halal di Katoomba? Ternyata ketika kami memasuki pusat kota dan berjalan perlahan menyusuri restoran yang ada, saya melihat ada dua tempat yang halal. Pertama Libanese Kebab dan yang kedua Chicken Express. Rene memutar balik dan mencari tempat parkir, akhirnya kami memutuskan membeli Chicken Express yang berisi ayam goreng dan kentang untuk Kiddos.

Saved by Chicken Express for our dinner

Di Echo Point, Kiddos piknik sambil melihat sunset. Sementara Rene tentunya sudah menghilang entah kemana untuk hunting foto. Setelah makanan habis, kami bergabung bersama Rene di pinggiran pagar.

Asyik piknik, makan malam sambil menunggu sunset
The sunset hunters
Mencoba teropong untuk melihat Three Sisters

Alhamdulillah kami sempat melihat matahari terbenam di Echo Point, walaupun tidak mendapatkan sunset yang sempurna karena terhalang gunung, tapi happy banget bisa menikmati moment matahari terbenam di Echo Point Blue Mountains. Yes, I am a sunset lover!



Malamnya kami sempat ngobrol dengan Isabelle sebelum pergi tidur. Kami akhirnya tidur di kamar yang memiliki dua twin bed, karena di dalam kamar kecil ini lebih hangat. Udara di Blue Mountains saat summer memang nyesss dinginnya! Semua tertidur lelap setelah melewati hari yang sangat panjang.



Written on January 25, 2014 by @tesyasblog

Previous Post:


Related Post:
Australian Reptile Park

2 comments:

  1. Dan aku baru tau kalo tasmanian devil itu bnran ada ;p... slama ini kirain cuma tokoh kartun dong :D.

    aku blm prnh nyobain airbnb... jd pgn nyoba di next trip abis baca blogmu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mau apply airbnb pake voucher aku Fan, lumayan untuk next yang Fanny akan booking dapet potongan USD 25. Tar tunggu postingan aku ya..

      Delete