Liburan ke Bangka: Wisata Kuliner Pangkal Pinang dan Parai Beach


Setelah sebelumnya saya ke Pangkal Pinang beberapa kali dalam rangka business trip, seneng banget akhirnya bisa liburan ke Bangka bareng keluarga. Ditambah lagi, event-nya memang spesial: dalam rangka melihat gerhana matahari total.

Beberapa hari sebelum berangkat, saya membuka posting lama di tesyasblog tentang wisata kuliner di Pangkal Pinang. Duh, saya ngiler sendiri jadinya!

Saya kemudian membuat itinerary 2 hari 1 malam di Bangka, yang setelah saya liat-liat kok isinya mengunjungi tempat makan semua? Dari martabak hingga otak-otak, dari Mie Koba hingga kwetiau siram. Tentunya mr.husband semangat dengan itinerary yang saya buat kali ini:D

Kiddos akhirnya sampai juga di Parai Beach

Tiket Pesawat Dari Jakarta ke Pangkal Pinang Bangka

First of all, jangan salah pilih airport ya. Kalau mau ke Belitung, nama bandaranya adalah Tanjung Pandan, sementara kalau ke Bangka, pilihlah airport Pangkal Pinang atau Depati Amir.

Tiba di Bandara Pangkal Pinang: Depati Amir Airport,
disambut Akang dan Teteh Pangkal Pinang

Karena membeli tiket hanya 2 minggu sebelum gerhana matahari total, tiket kami enggak murah, kena harga normal, Rp 3.400.000 pp untuk ber-empat. Kami memilih Citilink, yang belakangan ini menurut kami sangat memuaskan.

Sebetulnya ada opsi lain yang lebih murah yaitu Lion Air. Sewaktu saya melakukan pemesanan, saya lihat harga Lion Rp 2.400.000 pp ber-empat. Namun karena trauma dengan Lion sewaktu kami liburan ke Pulau Komodo, ya sudahlah kami naik Citilink aja.

Baca juga cerita traumatis kami dengan Lion: Rebutan Tiket Pesawat dari Labuan Bajo ke Bali

Maskapai lain yang bisa dipilih untuk penerbangan Jakarta menuju Pangkal Pinang adalah: Garuda Indonesia, Nam Air dan Sriwijaya.

Penginapan di Pangkal Pinang

Salah satu hotel chain favorit kami, yaitu Novotel memiliki hotel yang berdiri megah di Pangkal Pinang, tidak jauh dari airport. Pada kunjungan sebelumnya pun saya selalu menginap di Novotel Pangkal Pinang.

Karena sedang ada event, harga corporate rate tidak berlaku, jadi saya kena harga peak period, Rp 1 juta per malam, tanpa sarapan. Sebetulnya ada kamar di Hotel Santika yang available dengan harga Rp 700 ribu, namun karena tidak ada kolam renang, maka saya pun mantap memilih Novotel Pangkal Pinang.

Check-in di malam hari, sepulang bermain di Parai Beach
Lobby Novotel Hotel Pangkal Pinang yang megah

"Mas, di Pangkal Pinang masih suka mati lampu enggak?" tanya saya kepada petugas hotel yang mengantarkan kami ke kamar. Untung saja jawabannya, "Tidak lagi, Bu". Dari pengalaman menginap sebelumnya, listrik di hotel sempat mati beberapa kali.

Dan saya bisa bilang hotel ini maintenance-nya keren, bahkan dibandingkan kunjungan sebelumnya, kamar hotel masih dalam kondisi yang bagus. Aaah, I love this hotel, and so do our Kiddos. Sayangnya, kunjungan kami sangat singkat.

He got his own sofa:D
Langsung nge"cup" tempat tidurnya
Toilet yang terpisah dengan shower

Pilihan lain adalah menginap di Parai Beach resort jika memang ingin dekat ke pantai. Namun kondisi kamarnya cukup parah (tidak terawat), begitu yang saya baca di website tripadvisor.

Saya sih pilih menginap di Novotel Pangkal Pinang, walaupun harus nyupir (eh, disupirin denk) satu jam menuju Pantai Parai.


Wisata Kuliner di Pangkal Pinang

1. Mie Koba

Dari bandara, kami langsung menyalakan waze menuju Mie Koba cabang Pangkal Pinang. Saya sudah pernah menulis di tesyasblog, klik link ini ya.

Kedua Kiddos makan lahap Mie Koba sore itu, padahal di bandara Soekarno Hatta mereka sudah makan KFC.

Porsinya kecil, rasanya luar biasa!
Makan Mie Koba sambil main lego
yang dibeli di Citilink

Kami memesan 5 porsi (tau kan, yang dua porsi siapa?:D) dan minuman, total yang kami harus bayar Rp 79.000. Murah, meriah pokoknya wisata kuliner di Pangkal Pinang sih.

2. Warung Kopi Tung Tau - Sungailiat

Kami niat banget berhenti sebentar di cabang pertama Tung Tau yang ada di Sungailiat. Sewaktu parkir mobil, ada bus loh yang berhenti di Tung Tau.
Tempatnya asik banget, kopinya enak, dan roti bakarnya juara!

Nongkrong cantik di Tung Tau

PS. Warung Kopi Tung Tau ini juga banyak cabangnya di Pangkal Pinang. Menurut Dhita dari @Turiskece, yang paling enak adalah roti bakar telurnya. Sayangnya Dhita kasih tau ketika saya udah kembali berada di Jakarta. Anyway, thanks ya Kak Dhita, kapan-kapan nyobain yang telur ah!


3. Pauw's Kopitiam - Sungailiat

Lah, ngapain jauh-jauh ke Sungailiat tapi yang dicari Kopitiam? Di Jakarta bukannya banyak, Kakak?

Eits, jangan salah, Pauw's Kopitiam ini punya Kwetiau Siram Sapi terenak yang pernah saya coba. Kami memesan satu porsi dibagi dua, karena masih kenyang.  Iyalah, 5 menit sebelumnya kami dari Warung Kopi Tung Tau. Hahaha!

Dan Kwetiauw Siram Sapi dengan harga Rp 35.000 itu ada kembali di depan mata saya. Oooh, how I miss you!

Aseli, ini tuh enak banget!


4. Martabak Bangka Acau

Di kota manapun itu, spanduk yang jualan Martabak, pasti tulisannya "Martabak Bangka" iya kan? Jadi saat di Bangka, makanlah martabak Acau, one of the most famous martabak Bangka in town.

Kami masih dalam perjalanan dari Sungailiat ke kota Pangkal Pinang, saat teman kantor saya, Donny, yang juga akan melihat gerhana matahari total menelepon. "Mba Tes, mau martabak Acau?" tanya Donny. Waduh, saya enggak kuasa menolak, padahal udah kenyang banget!

Akhirnya Donny mengantarkan martabak manis yang heits itu ke Novotel donk. Dan martabak Acau sampai selamat di kamar kami. Makasih ya Om Donny yang baik :)

Martabak Acau, the legend

Martabaknya tebel, lembut, menteganya kebayang deh banyak banget:D Dimakan saat hangat, dengan keju yang meleleh, enaaak! Aaaah, saya sih suka banget, tapi kata Donny, "Aku sih lebih suka martabak yang di Jakarta" hahahah.


5. Es Campur Ayong

Di hari kedua, sebelum kembali ke airport, kami mencari pempek Sumber Rasa melalui aplikasi Waze. Sayang sekali, pempeknya tutup (: Tapi kami akhirnya menyeberangi jalan dan mampir di warung es campur Ayong.

Warung yang sederhana, namun es campurnya enak banget


Es serut yang ada di atas mangkok kami sangat halus dan banyak, sampai kami harus mengaduk perlahan, khawatir semua es serut berantakan keluar mangkok.

Lucu ya, dikasih sedotan juga:D
Kiddos#2 lagi mencoba es campur femes ini

6. Otak-Otak Ase

Belum kelar ini tentang wisata kuliner di Pangkal Pinangnya? Beluuum! Tapi janji, yang terakhir. Hal wajib lainnya adalah otak-otak, dan wajib dibungkus yaaa.

Lokasi Otak-Otak Ase ini dekat sekali dengan bandara. Jadi bisa dibeli saat perjalanan menuju airport. Tapi teleponlah dulu untuk memesan. Nih saya kasih nomor telepon Otak-Otak Ase: 0717-4261456. Harganya Rp 2.500, baik yang goreng (kulit), bakar maupun rebus.

Otak-otak Ase, selamat sampai Cibubur:D

Udahan ah nulis wisata kulinernya, duh saya ngilerrrr! Hahaha... Tapi ya, kalau dibandingkan dengan Belitung, wisata kuliner di Bangka  memang lebih seru! Ini belum masuk ke dalam list Rumah Makan Seafood Asui yang sengaja saya skip karena mr.husband beberapa saat sebelumnya asam uratnya tinggi.

By the way, looking at these food, saya pun menyadari kenapa diet saya tidak pernah berhasil. Mungkin travel blogger dan diet adalah dua hal yang tidak akan pernah get along well:D


Puas Berenang di Pantai Parai (Parai Beach Resort)

Hal lain yang harus dilakukan ketika liburan ke Bangka adalah tentunya berenang di Pantai Parai. Hal yang saya ingat dari kunjungan sebelumnya adalah jeleknya ruangan untuk mandi dan ganti baju. Dan ternyata masih sama aja loh! Hih, kenapa sih enggak dibetulin?

Anyway, kami membayar untuk 2 dewasa aja, Rp 25.000 per orang. Kedua Kiddos tidak diminta untuk membayar tiket masuk. Kemudian kami ganti baju dan berenang di laut. Horeeee :)

Bahkan di tengah laut pun, Kiddos#2 masih bisa berdiri
Bisa juga sewa Banana Boat disini, tapi kami sih berenang aja


Kalau udah urusan pantai, pasir, berenang, ya udahlah ini sih hobbynya kedua Kiddos kami. Jadilah kami menghabiskan waktu hampir 3 jam di Parai Beach.

Pantai sekeren ini sepi aja gitu..
Sepi, bersih, jadilah ia tiduran di laut:D

Saya masih ingat kunjungan pertama saya ke Parai, semua teman-teman saya asyik foto-foto, sedangkan saya berenang sendirian di laut. Hahaha. Menurut saya sih kalau ke pantai ya harus berenang, jangan cuma foto-foto.

Baca kunjungan pertama saya ke Parai, fotonya pun lebih lengkap di postingan ini: Parai Beach Pangkal Pinang.

***

Singkat ya cuma dua hari satu malam? Tapi karena ini adalah pengalaman 30 tahun sekali untuk melihat gerhana matahari total, liburan kali ini terasa sangat special, seperti martabak spesial Bangka yang kami habiskan dalam waktu kurang dari satu jam:D

Semoga kami masih diberi kesempatan untuk kembali lagi ke Bangka. Ingin leha-leha lebih lama menikmati Novotel Bangka, dan mengulangi urutan wisata kuliner di atas:D


written on March 19, 2016 by @tesyasblog


Previous Post:

20 comments:

  1. Mbak itu langsung dimakan dalam waktu 1 hari langsung????luarrr biasaa xixixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... sampai dengan Martabak, dimakan dalam satu hari.

      Sisanya besok nya.

      *eh tetep aja banyak ya?:D

      Delete
  2. Menurut info dari bokap, Parai beach ijin sewa tanahnya ke pemda udah mau abis mbak. Jadi gitu deh kurang terawat. Ga ngerti deh nanti kelanjutan nya gimana.

    Besok2 dari pantai penyak nyebrang aja ke pulau depan nya. Aduh kok lupa sih nama pulau nya, lebih baguss disitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu ya Dhit, aku kunjungan sebelumnya 2013, pas balik 2016 enggak ada perubahan (:
      Wah ada pulau di seberangnya ya, aku baru tau...

      Delete
    2. pulau yang ada di sebrang, pulau ketawai, yang skrng jadi objek wisata, pulau dengan 1000 pohon kelapa

      Delete
    3. Terimakasih infonya:) Saya catat, semoga bisa kesana nanti.

      Delete
  3. aku ke bangka dulu 2003 an zaman masih unyu2, mau balik lagi nunggu rejeki :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang juga masih unyu kok Om Cumi!
      Ayo balik lagi..

      Delete
  4. pempek bangka itu juara bgttt deh.. lebh enak drpd pempek palembang kalo menurtku.. sayang tutup ya mbak..

    keputusan mu utk ga pake lion itu sangat tepat mbak :D.. akupun udh memblacklist itu maskapai gila.. -__-.. mnding bayar mahal sekalian tapi nyaman dan aman, drpd bayar liong :p.. dikasih hrg gratispun aku nolak..malah makin curiga mereka mau bangkrut kalo gratis hihihi ;p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masa sih Fan? Aku selalu ada stock pempek Palembang di rumah, jadi aku masih merasa pempek Palembang yg nomor satu:D

      Delete
  5. Mbak, boleh di share utk rental mobil di sana harga nya brp?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai juga Mba, aku waktu itu Rp 300 ribu per hari karena lagi peak. Mungkin harga normal Rp 250 ribu.

      Delete
    2. Dimana mba bisa sewa mobil segitu. Walah aku kemahalan kali ya? Apa emang berubah ya harganya.

      Delete
    3. Eh aku dikasih tau temen contact person nya. Emang Mba Leny bayar berapa? 300 ribu itu belum bensin dan driver loh ya.

      Delete
  6. Utk bisa makan martabak nya, aku sampai tiga kali ke sana..krn antrinya panjang banget...dan ternyata rasanya biasa aja..
    Utk mi koba, aku jg pernah makan sekali..dan ke sana dua kali br berhsl mencicipi.pertama kali lg tutup tmptnya...dan rasanya menurut gw biasa ajaa n porsinya super duper kecil..mgkn gw hrs makan 10 piring br kenyang...haahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh Mas Herry, aku suka semua makanan di Bangka. Martabaknya lembut banget menurutku. Etapi buat aku emang cuma ada enak dan enak sekali sih hahaha..

      Delete
  7. bangka tempat wisata dan kuliner nya oke banget..sampe rasany pengen stay d bangka aja..Mantap..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, pengen ke Bangka lagi hehe..

      Delete
  8. Saya suka bangka. Dikirain bangka itu kota kecil yang sepi (gara2 nunggu suami kelar kerjaan dihotel mulu). Ternyata setelah diajak liburan wih malah ketagihan dan ga puas rasanya. Asik tempat wisatanya deket2 mungkin karna dapet guide yg asyik kali ya. Pokoknya pengen balik kebangka lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba Leny, aku juga suka banget, pengen segera kembali untuk makan makan hehe

      Delete