Planning Liburan ke New Zealand

New Zealand, katanya negeri terindah di dunia. Baru katanya, karena kami belum sampai sana. Mimpi mengunjungi New Zealand sudah lama kami simpan, namun baru mulai "mendarat ke bumi" setelah kami roadtip di Tasmania, sebuah pulau di Australia yang dapat ditempuh dengan pesawat sekitar 1 jam dari Melbourne. 

Waktu itu kami konvoi, saya berdua dengan Rene, sementara @ZaratulKhairi roadtrip bersama Yulia dan kedua anaknya Dhaffin (5 th 9 bln) dan Nasya (1 th 9 bln). Sepanjang jalan, saya yakinkan Rene bahwa kami bisa membawa kiddos tahun depan untk roadtrip ke New Zealand, mengingat Dhaffin dan Nasya pun enjoy menikmati roadtrip, bahkan mereka sukses hiking ke Wineglassbay lookout.

Dhaffin kecapean setelah hiking di Wineglassbay, Tasmania


Bulan Januari 2013, saya tergiur dengan tiket Jakarta Melbourne pp yang ditawarkan Air Asia Big Sale untuk periode akhir tahun 2013. Saya kemudian mengajak sahabat saya @diniros dan kelurganya untuk Liburan ke New Zealand, via Melbourne. Ketika @diniros sudah setuju, saya sampaikan kepada Rene, "Kita liburan ke New Zealand bareng Dini yuk!" Strategi saya lumayan jitu mendapatkan approval dari Rene:) Jadilah kami mengeksekusi tiket untuk liburan akhir tahun, 11 bulan dimuka.

Ticket Pesawat dari Jakarta ke New Zealand

Setelah penutupan rute Air Asia dari Kuala Lumpur ke Christchurch, pilihan terbang dengan budget airline dari Jakarta ke New Zealand adalah dengan Air Asia (transit di Australia) ataupun Jetstar (transit di Singapura). Awalnya saya ragu dan takut repot harus mengajukan dua visa: Australia dan New Zealand. Tapi setelah pengalaman mengajukan visa Australia sebelumnya, dan membaca bahwa visa transit untuk stay di Australia kurang dari 72 jam gratis, saya tidak keberatan harus terbang ke Melbourne terlebih dulu, demi tiket pesawat yang murah dari Jakarta ke New Zealand.

Murah? Errr.. ga juga sih. Tapi jauh lebih murah dibandingkan tiket full airline service untuk periode akhir tahun sekitar Rp 20 sd Rp 25 juta. Kami memang memilih tanggal pada saat liburan natal dan tahun baru, makanya jangan salahkan tiket pesawat yang (sangat) mahal.

Kami akan terbang menggunakan Air Asia dari Jakarta ke Melbourne dengan tiket per orang Rp 5 juta (harga nett pp, belum termasuk pilih kursi, bagasi, makan). Dan besok paginya kami terbang ke Queenstown, dengan waktu tempuh 3 jam 15 menit. Harga connecting flight dari Melbourne ke New Zealand, luar biasa mahalnya. Dari yang saya baca, New Zealand adalah tujuan pertama orang Australia berlibur. Tiket connecting kami sbb: Melbourne-Queenstown dan Christchurch-Melbourne per orang Rp 5 juta sudah termasuk pilih kursi dan bagasi.

Biaya tiket pesawat merupakan komponen terbesar dalam planning liburan ke New Zealand. Bulan Oktober yang lalu saya iseng cek ulang harga tiket pesawat untuk rute yang sudah kami beli. Harga tiketnya sudah naik  dua kali lipat! OMG. 

Mengajukan Visa New Zealand

Visa New Zealand diajukan di  New Zealand Visa Application Center (‘NZVAC’), di tempat yang sama dengan pengajuan Visa Australia (Australian Visa Application Center ‘AVAC’) yaitu di Plaza Asia lantai 22, Jalan Jend.Sudirman Jakarta. Sebelum Maret 2013, pengajuan visa New Zealand dilakukan di New Zealand Immigration di Sentral Senayan Building, Jakarta. 

Asiknya, biaya pengajuan visa New Zealand dihitung per-keluarga, bukan per-orang seperti pengajuan visa Australia. Waktu yang dibutuhkan sampai dengan visa kami di approve adalah 4 hari kerja. Baca lebih lengkapnya pengalaman kami mengajukan Visa New Zealand di link ini ya.

Penginapan di New Zealand: Hotel atau Motel?

Memilih penginapan untuk trip bersama kiddos tentunya berbeda dengan saat saya traveling dengan Rene. Kami tidak bisa memilih hostel, karena rata-rata hostel tidak memperbolehkan anak-anak untuk menginap. Dengan @diniros, kami sudah sepakat bahwa budget penginapan per malam adalah Rp 1.500.000. Saya ditugaskan mencari penginapan sesuai dengan hobby saya hunting hotel. Supaya fair, peserta yang lain saya minta berjanji tidak akan complaint menerima kondisi hotel atau motel yang nanti akan saya pesan:p

Saya pun mulai mencari hotel melalui www.booking.com, hotel engine booking favorit saya karena customer care nya yang sangat responsif. Selain itu booking.com banyak memiliki kamar dengan opsi “pay later-free cancelation” sehingga kita tidak perlu melakukan pembayaran apapun di muka. Dan jika suatu saat ada masalah, kita bisa cancel kamar tanpa dikenakan biaya, asalkan sesuai dengan time limit yang diberikan.

Kami memilih motel yang memiliki kitchen set, sehingga kami bisa memasak untuk menghemat budget makan kami. Motel memiliki tempat parkir yang gratis, kami akan membutuhkan tempat parkir untuk menyimpan mobil sewaan kami. @Diniros hanya membawa satu anak, pencarian hotel untuk Dini dan keluarga lebih mudah. Sedangkan saya membawa kedua kiddos, sehingga perlu memperhatikan apakah di aturan motel kami diperkenankan membawa dua anak dan apakah ada tambahan biaya. 

Berikut daftar motel tempat kami menginap selama roadtrip di Pulau Selatan New Zealand:

Queenstown: Pinewood Lodge
Te Anau: Birchwood Cottage
Dunedin: Tourist Court Motel
Lake Tekapo: Mantra Lake Apartment
Christchurch: Kauri Motel

Saya sukses mencari penginapan sesuai dengan budget yang sudah kami sepakati bersama, kecuali di Lake Tekapo. Kami tidak berhasil memesan kamar di Lake Tekapo Holiday Park karena adanya minimum nights requirement untuk liburan musim panas. Hal yang sama kami alami di semua kota yang memiliki Holiday Park. Sedih banget deh. Padahal harganya cukup murah, dan rata-rata memiliki playground yang bagus.

***

Saya enggak sabar menunggu waktu liburan tiba, begitu juga dengan kiddos. Waktu saya ke sekolah untuk three way conference antara kiddos, parents dan gurunya, saya kaget sewaktu guru kiddos bertanya apakah kami akan pindah ke Australia? "Arkan told me that he is going to Australia forever" begitu kata ibu guruSaya tertawa sambil mengucapkan amin di dalam hati.

written on November 7, 2013


Next Post:

Terbang dengan Air Asia X dari Jakarta ke Melbourne


Related Post:

Mengajuka Visa New Zealand
The Top 10 Highlights of  Our Holiday with Kids in New Zealand


Mengunjungi New Zealand via Melbourne? Silahkan download ebook travel gratis dari tesyasblog di link ini.

12 comments:

  1. Dear mba Tesya..
    Mba boleh tanya soal visa transit Australia..
    Saya ada plan ke NZ Maret 2016 dengan rute penerbangan:
    5 Maret Dps-Syd stay di Sydney 9 jam sebelum flight ke Christchurch..
    12 Maret Auckland-Syd stay semalam di Sydney sekitar 30 jam'an..
    Saya bingung untuk rute penerbangan ini saya cukup pakai visa transit atau harus urus visa kunjungan normal karena saya transit di Sydney di dua tanggal yang berbeda yaitu 5 Maret dan 12 Maret dengan jangka waktu kurang dari 72 jam.. Saya kurang paham untuk jangka waktu visa transit Australia up to 72 jam itu untuk hitungan berlakunya seperti apa..
    Thanks before..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak..

      Mba hanya perlu mengajukan visa transit Australia. Pastikan Mba minta multiple entry untuk visa transitnya ya.

      Waktu itu kami juga begitu, dua kali transit di Melbourne: pas pergi dan pas pulang.

      Hitungannya berlaku dari saat Mba tiba di Australia. Jadi pada kunjungan kedua Mba dari Sydney (on the way back to Indonesia from Sydney), hitungannya adalah saat Mba mendarat di Sydney dari Auckland, hingga Mba kembali ke Bali. Semoga clear yah.

      Have fun in NZ :)

      Delete
  2. hai mbak..
    maaf mau tanya saya sedang liburan di melbourne sudah 3 minggu dan saya pingin lanjut terbang ke new zealand mba, apa saya harus mengajukan visa new zealand dari sini atau voa pas di new zealand..kebetulan tiket return saya jakarta - mel - jakarta dengan waktu sisa saya mau ke new zealand dulu, apakah bisa?
    terimakasih mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mas David, iya harus mengajukan visa dulu dari Melbourne. Pas mau meninggalkan Melbourne, waktu itu pertugas Jetstar memeriksa dulu visa NZ kami, serta tiket pulang kami dari NZ ke Melbourne.

      Nah tapi visa Australia nya Mas multi entry enggak? Itu musti take into consideration juga. Nanti jangan-jangan malah enggak bisa masuk lagi ke Melbourne.

      Delete
  3. hi mbak...saya berencana transit di Australia dgn total >72 jam, tp dgn waktu yg beda, tiket saya DPS-SYD, transit sydney 55 jam, SYD-CHC...trus baliknya AKL-MEL, transit melbourne 26 jam, MEL-DPS...kalo seperti itu boleh ga ya pake visa transit multiple? terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh Mba, 72 jam dihitung sejak Mba mendarat di Australia. Jadi pake multiple transit visa.
      Have fun di NZ ya, aaah bikin iri nih:D

      Delete
  4. halo, mau tanya..
    kalau pesen tiketnya bedabeda jadi beda kode booking itu tetep gapapa ya pake visa transit?
    jd rencana mau cgk-syd , besok malamnya baru mau lanjut syd-ivc via christchurch . tapi belinya pisah jadi lain kode booking pastinya , soalnya kalo lgsg cari ke invercargill transitnya pendekpendek..

    kalau untuk visa student berlaku gak ya kak? rencana untuk one way nya aja sih pas pergi ke nz nya . thankyou

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Meilindah,
      Iya enggak masalah kok maskapainya lain.
      Maaf banget kalau visa student aku engak tau.

      Delete
  5. Hai mba, saya rencana ke australi tahun dpn ( pas autumn March and winter July ) dan dari 2 musim ini saya ingin trip ke NZ.. saya lagi tanya2 season apa yg OK buat ke NZ, ini pertama kali saya ke NZ.. Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, tergantung Mba sukanya apa. Kalau suka salju ya pas Juli Agustus.
      Tapi dingin banget loh Mba, secara Des aja musim panas dingin.

      Delete
  6. Hai mba Tesya, saya rencana ke NZ akhir bulan ini. Saya mau tanya terkait penukaran uang di NZ. Apakah setiap kali tukar uang di NZ dimanapun kena biaya 13 NZD atau hal ini karena mba Tesya tukarnya di bandara? Saya sempat beli NZD ketika kurs 9.380 bulan lalu. Sekarang sudah 9.700, rencana mau bawa USD saja kesana untuk kekurangannya. Mohon infonya ya.. Terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, asiknya mau ke NZ:)
      Itu karena aku tuker di Bandara kok. Dan aku enggak tau kalau nuker di luar bandara hehe. Sebisa mungkin sih udah bawa dari Indonesia, atau bawa AUD.

      Delete